Vozinha, Pahlawan Piala Dunia 2026, Kini Kunci Pertahanan Colo-Colo

Vozinha, penjaga gawang veteran berusia 40 tahun asal Cabo Verde, yang sempat mencuri perhatian dunia sebagai pahlawan di Piala Dunia 2026, kini menancapkan namanya di kancah sepak bola Chile.
Ia tampil gemilang dalam debutnya di liga utama Chile bersama klub raksasa Colo-Colo pada 6 September 2026, dengan menjaga gawang tetap perawan.
Sebelumnya, nama Vozinha melambung tinggi berkat performa heroiknya di ajang Piala Dunia.
Ia melakukan tujuh penyelamatan krusial saat menghadapi tim kuat Spanyol, sebuah penampilan yang membantu Cabo Verde, negara kecil di Afrika Barat, melangkah ke babak gugur turnamen akbar tersebut untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Aksi-aksi impresif itu membuatnya menjadi salah satu pemain paling digemari sepanjang turnamen, seperti dilaporkan ge.globo.com.
Setelah hiruk pikuk Piala Dunia, Vozinha resmi bergabung dengan Colo-Colo pada 3 Agustus 2026.
Kontraknya mencakup gaji sekitar 47 ribu dolar AS per bulan, atau setara dengan kurang lebih Rp761 juta berdasarkan kurs saat ini, serta klausul perpanjangan otomatis jika ia bermain setidaknya 50 persen dari total menit pertandingan dalam enam bulan pertama, demikian informasi dari correiodoestado.com.br.
Namun, keputusan manajemen Colo-Colo untuk mendatangkan kiper berusia senja ini tidak luput dari perdebatan sengit di Chile.
Kontroversi muncul mengingat kehadiran Gabriel Mauria, seorang penjaga gawang muda berusia 19 tahun yang digadang-gadang sebagai masa depan cerah klub.
Beberapa legenda Colo-Colo bahkan secara terbuka mempertanyakan langkah klub, khawatir bahwa kedatangan pemain 40 tahun ini dapat menghambat perkembangan Mauria yang menjanjikan, menurut laporan vietnam.vn.
"Vozinha justru berubah menjadi masalah," ujar Claudio Bravo, mantan kiper tim nasional Chile yang juga pernah memperkuat sejumlah klub top Eropa, menegaskan keraguannya terhadap transfer ini.
Meski diwarnai berbagai perdebatan, Vozinha akhirnya melakoni debut kompetitifnya pada 26 Agustus 2026 dalam ajang Copa Chile.
Ia membantu Colo-Colo meraih kemenangan 3-0 atas Unión Española tanpa kebobolan.
Puncaknya, pada 6 September 2026, ia menjalani debut di liga utama yang berakhir imbang 0-0 melawan Huachipato, kembali menjaga gawangnya bersih dari gol lawan, seperti dicatat goal.com dan vietnam.vn.
Pelatih Fernando Ortiz memberikan pernyataan yang terbilang singkat saat ditanya mengenai keputusannya menurunkan Vozinha.
"Saya hanya ingin melihat Vozinha bermain," katanya, yang seketika memicu berbagai spekulasi bahwa ada tekanan publik di balik keputusan berani itu, sebagaimana diulas oleh vietnam.vn.
Debut Vozinha di liga Chile kian menambah kepercayaan diri kubu Colo-Colo.
Klub ini kini kokoh di puncak klasemen Primera División, liga teratas sepak bola Chile, dengan keunggulan 14 poin yang signifikan.
Kiper veteran itu berhasil memperpanjang catatan tanpa kebobolan menjadi 180 menit sejak debutnya di ajang resmi, sebuah bukti nyata kualitasnya di lapangan, menurut goal.com.
Klausul kontrak Vozinha memungkinkan perpanjangan otomatis hingga akhir tahun 2027, asalkan ia mencapai target menit bermain yang ditentukan dalam kompetisi.
Selain itu, terdapat klausul keluar senilai 600 ribu dolar AS (sekitar Rp9,7 miliar berdasarkan kurs saat ini) yang tertuang dalam kesepakatan, memberikan opsi bagi klub lain untuk merekrutnya jika berminat, sebagaimana dilaporkan correiodoestado.com.br.
Kehadiran Vozinha di Colo-Colo tidak hanya memberikan kestabilan di bawah mistar gawang, tetapi juga menghadirkan dilema strategis bagi tim pelatih.
Bagaimana manajemen klub akan menyeimbangkan kebutuhan akan pengalaman veteran dengan urgensi pengembangan talenta muda seperti Mauria menjadi pertanyaan besar yang akan terus mengemuka sepanjang musim.
Performa apik Vozinha, terlepas dari usianya, menunjukkan bahwa pengalaman dan mentalitas seorang pemain tetap menjadi faktor krusial dalam sepak bola modern.
Fenomena ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi banyak klub untuk tidak hanya terpaku pada potensi muda, tetapi juga menghargai kontribusi pemain yang telah matang.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor














