Laporan Malwarebytes mencatat bahwa beberapa komponen kode dalam serangan ini memiliki kemiripan dengan rantai eksploit DarkSword yang pernah diungkap oleh Google pada Maret lalu. Meskipun Apple telah memberikan pembaruan keamanan, celah ini tetap mengancam perangkat yang menggunakan perangkat lunak versi lama.
Kejanggalan pada situs tersebut sebenarnya bisa dideteksi jika pengguna lebih teliti seperti pilihan warna perangkat yang tidak logis dan penghitung waktu mundur yang terus berulang. Selain itu, tautan kebijakan privasi serta aturan penjualan pada halaman tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Sebagai langkah pencegahan, para ahli menyarankan pengguna untuk selalu memperbarui sistem operasi ke versi terbaru dan menghindari akses tautan pre-order yang berasal dari sumber tidak resmi. Bagi pengguna yang terlanjur membuka situs tersebut, disarankan melakukan restart perangkat segera.
Khusus bagi mereka yang memiliki aset kripto di dalam perangkat, langkah pengamanan ekstra menjadi keharusan demi mencegah kerugian finansial. Pengguna disarankan untuk segera membuat dompet baru dengan recovery phrase baru serta melakukan pemindahan dana sesegera mungkin.
Penggantian kata sandi pada berbagai akun penting juga wajib dilakukan melalui perangkat lain yang dinilai lebih aman. Mengaktifkan fitur autentikasi dua faktor menjadi benteng tambahan untuk mengantisipasi potensi penyalahgunaan data oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.