Grup Kripto Dukungan Coinbase Mulai Bergerak Jelang Pemilu Paruh Waktu AS

Kelompok advokasi Stand With Crypto yang didukung oleh bursa kripto Coinbase baru saja mengumumkan daftar kandidat pilihan mereka untuk Pemilu Paruh Waktu Amerika Serikat. Langkah strategis ini diambil tepat sebulan sebelum pemungutan suara berlangsung dan tidak lama setelah kegagalan pengesahan Undang-Undang Clarity Act di Senat.
Stand With Crypto memberikan dukungan kepada kandidat dari Partai Republik dan Partai Demokrat secara lintas partai. Fokus utama mereka adalah memastikan para calon legislatif memiliki posisi kebijakan yang pro terhadap aset digital.
Salah satu persaingan krusial terjadi di Ohio, tempat kelompok ini mendukung kandidat Republik, Jon Husted, melawan Sherrod Brown. Perlu diketahui, Sherrod Brown merupakan mantan Ketua Komite Perbankan Senat yang selama ini dikenal sebagai sosok skeptis terhadap industri mata uang kripto.
Selain Husted, organisasi ini juga memberikan dukungan kepada Ashley Hinson yang berlaga di Iowa serta Chris Pappas dari New Hampshire. Secara total, terdapat sejumlah nama di DPR dan Senat yang masuk dalam daftar prioritas kampanye mereka.
Langkah ini menyusul kegagalan senat meloloskan Clarity Act dengan selisih suara tipis 49-50 pada bulan lalu. Penolakan tersebut memicu kekecewaan besar bagi para pelaku industri yang berharap adanya kepastian hukum untuk aset digital di Amerika Serikat.
Direktur Eksekutif Stand With Crypto, Mason Lynaugh, menyatakan bahwa lebih dari tiga juta advokat kini memusatkan seluruh upaya untuk memenangkan kandidat yang mendukung pengembangan ekosistem kripto. Mereka bertekad menjadikan rekam jejak suara legislator sebagai penentu utama di tempat pemungutan suara.
Berbeda dengan komite aksi politik super (Super PAC) yang memberikan donasi tunai langsung, Stand With Crypto lebih berfokus pada mobilisasi massa. Mereka menyediakan platform bagi pemilih untuk menilai posisi kandidat terkait kebijakan kripto melalui portal daring.
Meski begitu, pendanaan dari pihak eksternal tetap mengalir deras ke para kandidat tersebut. Salah satu contohnya adalah Super PAC bernama Fairshake yang telah menyiapkan dana sebesar USD 30 juta atau sekitar Rp465 miliar untuk kampanye yang menentang Brown di Ohio.
Secara keseluruhan, pengeluaran politik yang terafiliasi dengan industri kripto telah mendekati angka USD 200 juta atau sekitar Rp3,1 triliun untuk siklus pemilu 2026. Angka fantastis ini mencerminkan betapa besarnya kepentingan industri untuk memengaruhi arah regulasi di tingkat federal.
Ohio kini menjadi medan pertempuran sengit yang akan menentukan nasib kebijakan keuangan digital Amerika. Jika kandidat skeptis seperti Brown kembali terpilih, hal tersebut diprediksi akan menjadi tantangan berat bagi pertumbuhan sektor kripto di dalam parlemen.
Pesan dari para pelaku industri ini cukup lugas. Mengingat kebuntuan di Kongres, pertarungan kini sepenuhnya bergeser ke panggung kampanye politik guna mencari dukungan akar rumput.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor














:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363571/original/056575000_1790896915-000_C9Z746B-Florian_Wirtz_dan_Tom_Bischof.jpg)
