Gugatan ini mendesak pengadilan agar memaksa OCC untuk mematuhi batasan hukum yang telah ditetapkan secara statutori. Hingga berita ini diturunkan, pihak OCC belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan tersebut.
Praktik pemberian izin ini mulai marak terjadi di bawah kepemimpinan mantan Presiden Donald Trump dan Kepala OCC saat itu, Jonathan Gould. Dalam kurun waktu tersebut, tercatat beberapa perusahaan kripto menerima persetujuan bersyarat guna memperluas jangkauan layanan mereka di Amerika Serikat.
Secara mendasar, lisensi trust bank memang memiliki perbedaan mencolok dengan bank umum. Ketiadaan fungsi simpan-pinjam membuat entitas ini berada dalam area abu-abu di mata para pelaku perbankan tradisional.
Situasi ini memicu perdebatan panjang mengenai sejauh mana aset kripto harus diintegrasikan ke dalam sistem perbankan arus utama. Perlawanan dari sektor perbankan komunitas menunjukkan ketegangan yang masih tinggi antara inovasi teknologi finansial dengan kerangka regulasi yang ada.
Di Indonesia sendiri, pengawasan terhadap aset kripto dilakukan secara ketat oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) sebelum nantinya akan dialihkan sepenuhnya ke bawah naungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pengalaman di Amerika Serikat ini menjadi cermin bagi regulator global dalam menyeimbangkan kebutuhan inovasi pasar dengan perlindungan sistemik perbankan.