
Hunter Biden, putra dari mantan Presiden Amerika Serikat Joe Biden, akhirnya buka suara terkait peluncuran token kripto berbasis meme atau memecoin bernama LAPTOP yang sempat memicu perdebatan publik.
Melalui serangkaian unggahan di platform media sosial X, Biden menepis tuduhan bahwa proyek tersebut merupakan skema rug pull atau penipuan investasi yang dirancang untuk melarikan dana investor. Ia menegaskan bahwa peluncuran token ini murni ditujukan sebagai bentuk sindiran terhadap tren memecoin yang dikaitkan dengan keluarga Donald Trump.
Hunter Biden memaparkan data blockchain untuk membuktikan bahwa 300 juta token yang dimiliki oleh para pendiri LAPTOP belum berpindah sejak diluncurkan. Baginya, langkah ini sekaligus menjadi kritik atas maraknya praktik manipulasi harga di pasar aset kripto.
Ia mengungkapkan bahwa pergerakan harga token tersebut sempat menyerupai pola penipuan selebritas lainnya tak lama setelah dirilis pada 9 September lalu. Pihak yang paling diuntungkan dari volatilitas ini adalah dua firma perdagangan profesional yang memfasilitasi likuiditas proyek tersebut.
Data yang dilaporkan menunjukkan salah satu pelaku pasar berhasil meraih keuntungan sebesar USD 686.000 atau sekitar Rp10,8 miliar dari posisi likuiditas. Sementara itu, pelaku lainnya dilaporkan memperoleh keuntungan mencapai USD 2,18 juta atau sekitar Rp34,4 miliar melalui aktivitas perdagangan.
Laporan dari konsultan intelijen Groom Lake yang berbasis di Delaware mengonfirmasi bahwa dana likuiditas ditarik tepat setelah harga mencapai puncak tertingginya. Kondisi tersebut menyebabkan ketersediaan dana bagi penjual ritel hilang seketika dalam hitungan detik setelah lonjakan harga terjadi.
Biden mengaku sempat berniat menyumbangkan 5 persen dari total token untuk kegiatan amal. Meski begitu, ia memutuskan untuk tetap melanjutkan proyek ini dengan motivasi utama untuk menyinggung Donald Trump Jr dan Eric Trump.
Laptop yang menjadi inspirasi nama token ini memiliki sejarah panjang dalam kancah politik Amerika Serikat. Perangkat tersebut sempat menjadi sorotan tajam dan pusat sengketa hukum terkait privasi menjelang pemilihan presiden tahun 2020.
Dalam narasi yang ia bangun, Hunter Biden secara konsisten melontarkan kritik keras terhadap keterlibatan keluarga Trump dalam industri kripto. Ia menuding proyek World Liberty Financial yang dijalankan keluarga Trump sebagai bentuk korupsi skala besar.
Di sisi lain, Donald Trump juga tengah menghadapi kritik serupa terkait peluncuran memecoin miliknya yang bernama Official Trump. Proyek tersebut bahkan sempat disebut oleh organisasi advokasi Public Citizen telah menyebabkan kerugian investor hingga USD 3,2 miliar atau sekitar Rp50,5 triliun sejak awal tahun 2025.
Menanggapi berbagai tudingan miring, Biden memastikan bahwa token pendiri LAPTOP akan tetap terkunci selama enam bulan ke depan. Tim pengembang juga berkomitmen untuk terus membakar sisa token yang tidak diklaim dari program pembagian gratis kepada pengguna.
Langkah ini menempatkan posisi Hunter Biden dalam persaingan narasi di dunia aset digital yang semakin politis. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Trump mengenai klaim sindiran yang dilontarkan oleh Hunter Biden tersebut.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor