Circle Integrasikan Stablecoin USDC dan EURC ke Ekosistem Perangkat Lunak SAP

Perusahaan penerbit mata uang digital Circle resmi menjalin kemitraan strategis dengan Tereina untuk menghadirkan transaksi stablecoin langsung di dalam sistem perangkat lunak SAP.
Langkah ini memungkinkan berbagai perusahaan global menggunakan USDC dan EURC untuk kebutuhan operasional keuangan mereka. Integrasi tersebut dirancang agar bisnis tidak perlu lagi berpindah platform saat ingin melakukan pembayaran lintas negara.
Tereina sendiri merupakan perusahaan infrastruktur keuangan yang mendapatkan dukungan langsung dari raksasa perangkat lunak Jerman, SAP. Melalui kolaborasi ini, alur kerja pembayaran perusahaan dapat menjadi lebih efisien dengan memanfaatkan teknologi aset kripto yang stabil.
USDC nantinya menjadi opsi utama untuk setiap transaksi yang menggunakan denominasi dollar Amerika Serikat. Sementara itu, EURC disediakan secara khusus untuk mengakomodasi kebutuhan pembayaran dalam mata uang Euro.
Kedua perusahaan berencana melakukan uji coba integrasi ini kepada pelanggan terpilih dalam beberapa bulan mendatang. Pengujian akan mencakup implementasi untuk pembayaran global serta manajemen kas perusahaan atau treasury operations.
Penggunaan stablecoin dalam ekosistem SAP dinilai memiliki potensi jangkauan yang sangat luas bagi dunia bisnis. Mengingat SAP menopang 84 persen aktivitas perdagangan global, teknologi ini berpeluang mengubah pola transaksi lintas negara secara signifikan.
Di Indonesia, adopsi stablecoin dalam sistem korporasi seperti ini masih menghadapi tantangan regulasi yang ketat dari Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Namun, pemanfaatan teknologi blockchain untuk efisiensi biaya pengiriman uang internasional sering menjadi topik bahasan di kalangan pelaku industri teknologi keuangan.
Langkah ekspansi Circle ini terjadi hanya berselang kurang dari satu bulan setelah mereka meluncurkan mainnet Arc. Arc adalah blockchain layer-1 yang difokuskan khusus untuk pembayaran menggunakan stablecoin serta akses ke pasar keuangan global.
Jaringan Arc memanfaatkan USDC untuk biaya transaksi dan mendukung lebih dari 20 jenis stablecoin yang dipatok pada mata uang fiat. Inovasi ini menunjukkan ambisi besar Circle untuk menjadi infrastruktur tulang punggung bagi sistem keuangan masa depan.
Keberadaan stablecoin di platform perusahaan besar dapat menekan biaya administrasi perbankan yang selama ini cukup membebani transaksi internasional. Dengan memangkas pihak perantara, perusahaan dapat melakukan transfer dana secara instan kapan saja tanpa terikat jam operasional bank konvensional.
Meski demikian, keamanan siber dan perlindungan data tetap menjadi fokus utama dalam implementasi teknologi ini. Integrasi sistem keuangan tradisional dengan aset digital memerlukan standar keamanan tinggi untuk mencegah risiko peretasan atau kegagalan sistem.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor












