Industri Kripto Fokus ke Senat AS Setelah Upaya Legislasi di Kongres Gagal

Industri aset kripto kini mengubah strategi politiknya dengan menargetkan pemilihan anggota Senat Amerika Serikat secara langsung. Langkah ini diambil menyusul kegagalan pengesahan Clarity Act di Senat dua pekan lalu yang memicu perubahan orientasi perjuangan para pelaku industri.
Stand With Crypto, kelompok advokasi yang diinisiasi oleh bursa kripto Coinbase, mulai memberikan dukungan resmi kepada kandidat senat tertentu. Mereka menegaskan bahwa pertempuran kebijakan kini tidak lagi terpusat di gedung parlemen, melainkan berpindah ke arena kampanye pemilihan umum.
Fokus utama mereka tertuju pada persaingan kursi senator di negara bagian Ohio. Kelompok tersebut mendukung politisi Partai Republik, Jon Husted, untuk menantang Sherrod Brown.
Brown merupakan mantan pimpinan Komite Perbankan Senat yang selama ini dikenal sebagai pengkritik vokal terhadap aset digital. Pihak industri kripto memandang posisi Brown di komite tersebut sebagai ancaman bagi regulasi masa depan yang mereka inginkan.
Dukungan serupa juga diberikan kepada Ashley Hinson di Iowa serta Chris Pappas di New Hampshire. Selain senat, kelompok ini turut memberikan dukungan kepada beberapa kandidat di DPR, seperti Mariannette Miller-Meeks dan Shomari Figures.
Secara total, dana yang dikucurkan untuk kepentingan politik di sektor ini mencapai USD 200 juta, atau sekitar Rp3,1 triliun. Angka fantastis tersebut menunjukkan besarnya ambisi mereka untuk mengamankan posisi pro-kripto di pemerintahan.
Perlu diketahui, Stand With Crypto tidak menyumbangkan uang secara langsung kepada kandidat. Mereka lebih memilih memberikan penilaian terhadap rekam jejak politisi dan memobilisasi basis pendukung untuk memberikan suara di tempat pemungutan suara.
Metode ini terbukti efektif dalam menarik dukungan finansial dari komite aksi politik atau PAC lainnya. Sebagai contoh, Fairshake PAC baru saja meluncurkan kampanye senilai USD 30 juta, atau sekitar Rp470 miliar, khusus untuk melawan Brown di Ohio.
Kegagalan Clarity Act sebelumnya memang menjadi pukulan berat bagi ekosistem aset digital. Undang-undang tersebut kandas dengan perolehan suara 49 berbanding 50, di mana seluruh anggota Partai Demokrat memberikan suara menolak karena kekhawatiran terkait bisnis kripto milik Donald Trump.
Meskipun demikian, Stand With Crypto tetap berupaya merangkul kandidat dari lintas partai. Keputusan untuk tetap mendukung beberapa politisi Partai Demokrat menunjukkan upaya mereka untuk menjaga fleksibilitas politik.
Strategi ini merupakan pertaruhan yang cukup berisiko bagi para pelaku industri. Hanya waktu yang akan membuktikan apakah investasi politik dalam skala besar ini mampu membuahkan hasil nyata dalam pemilihan mendatang.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor












