
Cysic Foundation resmi menghentikan operasional jembatan lintas rantai atau cross-chain bridge milik mereka setelah terdeteksi adanya aktivitas pencetakan token ilegal sebanyak 10 juta CYS di jaringan BNB Smart Chain.
Insiden keamanan tersebut terjadi pada Sabtu lalu, ketika peretas memanfaatkan celah pada pemrosesan pesan untuk menciptakan token tambahan tanpa otorisasi. Jembatan kripto sendiri merupakan protokol yang memungkinkan pemindahan aset digital antar jaringan blockchain yang berbeda agar dapat digunakan dalam ekosistem yang lebih luas.
Berdasarkan laporan insiden yang dirilis melalui platform X pada Minggu, penyerang disinyalir mendapatkan akses ilegal ke basis data pendukung sistem jembatan tersebut pada 17 Oktober pukul 12.31 UTC. Pihak pengembang baru menyadari kejanggalan tersebut dan memasukkan alamat dompet pelaku ke dalam daftar hitam sekitar satu jam kemudian.
Data menunjukkan bahwa sebanyak 2,8 juta token CYS masih tertahan di alamat dompet milik penyerang dengan status transfer yang telah dibatasi oleh sistem. Saat ini, total pasokan token yang beredar di pasar tercatat berada di kisaran 160,8 juta unit berdasarkan informasi dari CoinMarketCap.
Cysic menekankan bahwa gangguan ini terbatas pada pemrosesan pesan jembatan dan aktivitas pencetakan ilegal saja. Mereka memastikan bahwa jaringan utama atau mainnet, serta sistem operasional lainnya tetap berjalan normal tanpa gangguan yang berarti.
Pihak yayasan menyatakan bahwa kejadian ini tidak mengakibatkan pencurian atau transfer aset milik pengguna yang tersimpan di dalam dompet digital mereka. Token CYS sendiri berfungsi sebagai instrumen koordinasi insentif bagi pengguna, penyedia komputasi, serta partisipan tata kelola dalam ekosistem Cysic.
Mengenai dampak kerugian, manajemen menyebutkan bahwa jumlah token yang dicetak tidak mencerminkan nilai kerugian dalam bentuk dolar secara langsung. Saat ini, mereka masih melakukan peninjauan mendalam terhadap potensi pertukaran token dan perpindahan aset yang mungkin terjadi akibat celah keamanan tersebut.
Sebagai langkah mitigasi lanjutan, Cysic telah menunjuk firma keamanan siber pihak ketiga untuk melakukan audit forensik menyeluruh. Mereka berjanji akan mempublikasikan laporan terperinci segera setelah fase investigasi selesai dilakukan untuk memberikan transparansi kepada para pemegang token.
Keamanan siber di dunia kripto memang menjadi tantangan besar seiring dengan meningkatnya kompleksitas protokol keuangan terdesentralisasi. Pengguna diimbau untuk selalu memantau pengumuman resmi dari kanal komunikasi utama proyek terkait demi menjaga keamanan aset digital yang mereka miliki.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor