Ken Griffin Sebut Pasar AI Berada dalam Gelembung, Namun Tetap Optimistis

Pendiri raksasa investasi Citadel, Ken Griffin, menyatakan bahwa para investor saat ini hampir pasti berada di tengah gelembung kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Meski memberikan peringatan tersebut, Griffin tidak menyarankan investor untuk segera melepas seluruh kepemilikan saham mereka di sektor teknologi. Ia melihat fenomena ini sebagai siklus yang lazim dalam transformasi ekonomi global.
Griffin menyampaikan pandangan tersebut dalam gelaran Future of Global Markets Conference yang berlangsung di New York pada 20 Oktober. Ia berpendapat bahwa sisa dari gelembung ekonomi, jika istilah itu memang tepat digunakan, sering kali membawa perubahan besar bagi dunia.
Perusahaan yang mampu bertahan setelah gelembung pecah biasanya akan mendominasi pasar selama beberapa dekade ke depan. Hal ini pernah terjadi saat lonjakan internet pada akhir tahun 90-an.
Sebagai konteks, hedge fund atau dana lindung nilai adalah perusahaan investasi swasta yang mengelola aset milik klien kaya dan lembaga keuangan besar. Citadel sendiri merupakan salah satu pemain utama di industri ini.
Dalam kesempatan itu, Griffin mengumpamakan unit pemrosesan grafis atau GPU dengan kursi pesawat terbang. GPU merupakan komponen chip yang krusial untuk melatih dan menjalankan model kecerdasan buatan.
Kedua aset tersebut memiliki biaya marginal yang sangat rendah untuk dioperasikan. Artinya, biaya tambahan untuk melayani satu pelanggan lagi hampir tidak terasa bagi perusahaan.
Masalah muncul ketika pasokan melampaui permintaan. Griffin mengingatkan kembali pada masa ledakan industri telekomunikasi sekitar tahun 2000, di mana kabel serat optik dibangun secara masif hingga melebihi kebutuhan pasar, yang akhirnya membuat harga layanan anjlok.
Ia juga meragukan bahwa chip lama, yang saat ini masih disewakan dengan harga tinggi, akan tetap memberikan keuntungan serupa dalam lima atau enam tahun ke depan. Para pembeli saat ini mulai lebih selektif dalam memilih model AI.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor












:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380460/original/008737500_1792704230-000_D4674PD.jpg)