Proyek Kripto Berebut Akses Pemindai Keamanan AI Baru dari Anthropic

Sejumlah perusahaan teknologi kripto mulai mendaftarkan diri pada program pemindai keamanan berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang baru saja dirilis oleh Anthropic.
Inisiatif bernama OSS Scanner ini dirancang untuk memberikan akses bagi pengembang perangkat lunak sumber terbuka agar dapat menemukan kerentanan sistem sebelum dimanfaatkan oleh peretas.
Perusahaan seperti Nethermind, pengembang klien Ethereum, serta penyedia dompet Bitcoin ZEUS, tercatat telah mengajukan permohonan resmi untuk mengikuti program tersebut pada Jumat lalu.
Anthropic menyatakan bahwa laporan kerentanan nantinya akan dihasilkan oleh model AI terkuat mereka, termasuk Claude Mythos, guna memberikan keunggulan pertahanan bagi para pengembang.
Langkah ini diambil di tengah meningkatnya kekhawatiran perusahaan kripto terhadap serangan siber yang kini semakin canggih berkat bantuan teknologi AI. Para pakar keamanan siber memperingatkan bahwa ketimpangan akses terhadap model AI canggih dapat menempatkan pihak pertahanan dalam posisi yang rentan.
Sebelumnya, Anthropic telah menjalankan inisiatif serupa melalui Project Glasswing, namun proses peninjauan manual yang memakan waktu menjadi kendala utama dalam mempercepat respons terhadap celah keamanan.
Melalui OSS Scanner, laporan kerentanan akan dikirimkan langsung ke proyek yang berpartisipasi segera setelah kode dipindai. Proses otomatisasi ini diharapkan mampu memangkas waktu tunggu yang selama ini menjadi hambatan bagi pengembang.
Data dari repositori GitHub menunjukkan bahwa Nethermind meminta audit untuk seluruh basis kode mereka. Sementara itu, ZEUS secara khusus meminta pemeriksaan pada aspek krusial seperti sistem pembayaran, kunci privat, dan koneksi layanan Lightning Network.
VirtEngine, sebuah marketplace komputasi awan terdesentralisasi berbasis Cosmos SDK, juga masuk dalam daftar pendaftar awal. Hingga saat ini, belum ada satu pun permintaan dari proyek-proyek tersebut yang disetujui atau digabungkan ke dalam sistem pemindaian.
Pihak Anthropic menegaskan bahwa setiap proyek akan dinilai berdasarkan kasus per kasus dengan mempertimbangkan urgensi infrastruktur, tingkat risiko serangan jarak jauh, serta jumlah pengguna yang bergantung pada sistem tersebut.
Tahun ini, sejumlah perusahaan kripto melaporkan serangan yang diduga melibatkan kecerdasan buatan. Layanan penukaran Bitcoin, Boltz, sempat menghentikan operasional pada Agustus lalu karena peretas mampu mengembangkan eksploitasi jauh lebih cepat daripada tim internal dalam melakukan perbaikan.
Anthropic memberikan peringatan bahwa teknologi AI dalam jangka pendek mungkin lebih menguntungkan pihak penyerang. Hal ini dikarenakan biaya untuk melakukan eksploitasi semakin murah, sementara proses verifikasi dan perbaikan celah keamanan masih sangat bergantung pada tenaga manusia yang terbatas.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor











