
World Liberty Financial atau WLFI secara resmi mengumumkan rencana ambisius untuk mengintegrasikan mata uang digital USD1 ke dalam berbagai platform bisnis daring berskala besar.
Rencana ini diungkapkan langsung oleh jajaran eksekutif perusahaan dalam diskusi panel di konferensi industri kripto Token2049 yang berlangsung di Singapura pada Rabu lalu. Kehadiran mereka menarik perhatian karena proyek ini memiliki keterkaitan erat dengan keluarga mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Sebagai bagian dari langkah ekspansi, WLFI menjalin kemitraan strategis dengan penyedia infrastruktur pembayaran Mesh. Kerja sama ini memungkinkan pengguna aset kripto USD1 untuk melakukan transaksi belanja di seluruh jaringan pedagang yang terhubung dengan Mesh.
CEO WLFI, Zach Witkoff, bersama salah satu pendiri, Zak Folkman, hadir mendampingi CEO Mesh, Bam Azizi, untuk memaparkan teknologi tersebut. Implementasi sistem pembayaran ini dijadwalkan mulai bergulir pada kuartal berjalan.
Folkman menegaskan bahwa mereka tidak hanya menyasar ekosistem aplikasi internal perusahaan. Pihaknya sedang merancang integrasi teknologi serupa agar dapat diadopsi oleh sejumlah entitas bisnis Web2 terbesar yang mendominasi pasar saat ini.
Perlu diketahui, Web2 merupakan istilah untuk generasi internet saat ini yang berfokus pada konten buatan pengguna dan interaksi sosial, berbeda dengan Web3 yang berbasis desentralisasi dan blockchain. Integrasi ini menjadi upaya nyata untuk memperluas jangkauan penggunaan mata uang stabil atau stablecoin di dunia komersial.
Stablecoin USD1 sendiri dirancang untuk mempertahankan nilai setara dengan satu dollar Amerika Serikat. Penerbitan aset ini saat ini dikelola oleh BitGo, dengan cadangan aset yang terdiri dari uang tunai, dana pasar uang pemerintah Amerika Serikat, serta instrumen setara kas lainnya.
Data dari CoinGecko mencatat kapitalisasi pasar untuk USD1 saat ini mencapai 4,45 miliar dollar AS atau sekitar Rp70,3 triliun. Angka tersebut mencerminkan kepercayaan pasar terhadap stabilitas aset kripto yang didukung oleh tokoh politik berpengaruh tersebut.
Dalam perkembangan lain, otoritas pengatur perbankan Amerika Serikat, Office of the Comptroller of the Currency atau OCC, telah memberikan persetujuan bersyarat bagi WLFI untuk mendirikan bank perwalian nasional. Izin ini memungkinkan perusahaan untuk mengeluarkan stablecoin secara mandiri tanpa bergantung pada pihak ketiga.
Witkoff menyatakan bahwa saat ini penerbitan masih dilakukan melalui BitGo. Dengan perolehan piagam kepercayaan ini, perusahaan akan mampu memikul tanggung jawab tersebut secara internal di masa depan.
Kebijakan OCC tersebut sempat memicu kritik tajam dari Senator Elizabeth Warren. Ia menuding adanya konflik kepentingan terkait hubungan keluarga Trump dengan WLFI, yang kemudian berujung pada pengusulan undang-undang baru untuk mencegah potensi korupsi presiden dalam sektor perbankan.
Di sisi lain, OCC menegaskan bahwa seluruh staf dan pimpinan telah bertindak sesuai dengan kewajiban hukum serta etika selama proses peninjauan aplikasi. Persetujuan ini tetap berjalan meski tekanan dari media arus utama dan sejumlah politisi terus berdatangan selama beberapa bulan terakhir.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor