
Endeavor Catalyst baru saja merampungkan penggalangan dana kelima mereka dengan total komitmen modal mencapai USD 320 juta atau setara dengan Rp5,1 triliun. Langkah ini memperkuat posisi firma tersebut dalam mendanai perusahaan rintisan di luar ekosistem utama Silicon Valley.
Total aset di bawah kelolaan perusahaan kini telah melampaui USD 850 juta. Dana segar ini menjadi angin segar bagi para pendiri startup di berbagai negara yang sering kali terabaikan oleh investor modal ventura yang saat ini terlalu fokus pada tren kecerdasan buatan di San Francisco.
Endeavor Catalyst merupakan unit modal ventura dari Endeavor, sebuah organisasi nirlaba berbasis di New York. Selama tiga dekade terakhir, organisasi ini berfokus mendukung kewirausahaan di luar pusat-pusat teknologi besar atau yang sering mereka sebut sebagai wilayah lainnya.
Pengelolaan dana ini berada di bawah kendali Managing Partner Allen Taylor yang telah berkecimpung di organisasi tersebut selama 20 tahun. Ia bekerja sama dengan Managing Director Jackie Carmel dan tim yang terdiri dari 16 orang ahli.
Linda Rottenberg, salah satu pendiri Endeavor, menyebutkan bahwa separuh dari keuntungan dana ini akan disalurkan kembali ke organisasi induk. Hal tersebut dilakukan agar setiap investasi yang berjalan dapat mendukung lahirnya generasi pendiri startup berikutnya di berbagai wilayah geografis.
Syarat bagi startup yang ingin menerima pendanaan ini tergolong sangat ketat. Seorang pendiri harus terlebih dahulu masuk ke dalam jaringan Endeavor yang menyediakan akses luas ke bimbingan serta jejaring global.
Proses seleksi ini memang menantang karena tahun lalu saja tercatat ada lebih dari 10.000 kandidat yang mendaftar namun hanya 88 yang terpilih. Hingga saat ini, jaringan mereka telah menaungi lebih dari 3.100 pengusaha di lebih dari 50 negara.
Skema investasinya cukup spesifik karena Endeavor Catalyst baru akan masuk jika sebuah startup sudah mendapatkan pendanaan minimal USD 5 juta dari investor institusional lain. Mereka biasanya menyuntikkan dana sekitar USD 1 juta hingga USD 3 juta per perusahaan.
Pihak pengelola berencana melakukan investasi pada 40 hingga 50 perusahaan setiap tahunnya. Dengan dana baru ini, mereka menargetkan portofolio hingga 150 perusahaan yang tersebar di pasar global.
Data menunjukkan bahwa dari kelima dana yang dikelola, firma ini telah mendukung 437 perusahaan di 44 pasar berbeda. Sebanyak 83 di antaranya kini memiliki valuasi mencapai USD 1 miliar atau lebih, serta mencatatkan 39 kali keluar dari investasi dan 11 penawaran saham perdana.
Beberapa portofolio unggulan mereka mencakup ElevenLabs asal Polandia dan perusahaan konglomerat asal Italia, Bending Spoons. Kehadiran investor kelas kakap seperti Bill Ackman dan grup investasi Belanda, Prosus, turut memperkuat struktur permodalan mereka.
Sekitar 90 persen dari total investasi unit modal ventura ini berada di luar Amerika Serikat. Eropa saat ini menjadi wilayah dengan pertumbuhan tercepat bagi mereka, sementara Amerika Latin masih memegang porsi investasi terbesar hingga sekarang.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor