Ramalan Bitcoin dari 4chan dan Fenomena Akhir Musim Dingin Kripto

Dunia kripto tengah diramaikan oleh sebuah narasi menarik yang berakar dari forum internet anonim 4chan terkait pergerakan harga Bitcoin.
Seorang pengguna anonim dengan kode SBC7H7La pernah mengunggah prediksi bahwa puncak pasar Bitcoin akan terjadi tepat pada 6 Oktober 2025. Ramalan tersebut berbasis pada pola numerologi yang diklaim telah berulang dua kali dalam siklus sebelumnya.
Prediksi itu akhirnya terwujud ketika Bitcoin menyentuh rekor harga tertinggi atau all-time high di angka USD 126.198,07 (sekitar Rp1,98 miliar) pada tanggal yang disebutkan. Banyak pelaku pasar awalnya meragukan kalkulasi berbasis simulasi ini karena dianggap terlalu sederhana.
Namun, angka tersebut menjadi nyata dan memicu diskusi luas di kalangan komunitas perdagangan aset digital global. Setelah mencapai puncak tersebut, Bitcoin sempat mengalami tren penurunan tajam hingga kehilangan nilai lebih dari 50 persen dari harga tertingginya.
Perusahaan pengelola aset kripto 21Shares mencatat bahwa penurunan tersebut sebenarnya masih lebih moderat dibandingkan periode bear market masa lalu yang mencapai angka di atas 80 persen. Koreksi harga ini memberikan ruang bagi para investor untuk melakukan akumulasi kembali.
Sesuai dengan sisa ramalan tersebut, penambahan waktu 364 hari sejak 6 Oktober 2025 membawa kita tepat pada 5 Oktober 2026 atau hari ini. Penganut teori ini meyakini bahwa hari ini merupakan titik terendah atau bottom dari siklus penurunan harga Bitcoin.
Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di kisaran USD 86.100 (sekitar Rp1,35 miliar) dengan pola teknikal yang menunjukkan sinyal penguatan. Harga tersebut tercatat meningkat sekitar 2 persen dalam perdagangan harian setelah rilis laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat.
Amerika Serikat melaporkan penambahan hanya 29.000 pekerjaan pada September, jauh di bawah ekspektasi para ekonom yang mematok angka 90.000 pekerjaan. Data ini sering dipandang sebagai sinyal negatif, namun bagi investor aset berisiko, angka ini memberikan napas lega.
Kondisi pasar tenaga kerja yang melambat diperkirakan akan menahan Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut. Suku bunga yang stabil biasanya menjadi katalis positif bagi aset berisiko seperti kripto karena likuiditas tetap terjaga.
Meskipun demikian, Bitcoin sebenarnya telah mencapai titik terendah di kisaran USD 57.000 (sekitar Rp895 juta) pada Juli lalu. Kondisi ini berarti harga saat ini masih berada sekitar 50 persen di atas level terendah tahun tersebut.
Analis fundamental Benjamin Cowen berpendapat bahwa fase akumulasi pasar sebenarnya telah dimulai sejak 1 Juli lalu. Namun, ia tetap mewaspadai kemungkinan adanya penurunan harga kembali dalam jangka pendek.
Pada akhirnya, investor dihadapkan pada pilihan antara mengikuti analisis teknikal yang konvensional atau percaya pada pola simulasi yang viral di forum internet. Pilihan strategi investasi tetap berada di tangan masing-masing pelaku pasar kripto.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor













