Robinhood Chain Lampaui Ethereum dalam Pendapatan Harian Didorong Ledakan Memecoin

Sebuah jaringan kripto yang sedang naik daun, yang dikenal sebagai Robinhood Chain, berhasil mencatatkan rekor pendapatan harian yang mengesankan, melampaui dominasi Ethereum. Fenomena ini sebagian besar didorong oleh aktivitas perdagangan memecoin yang masif, menandai pergeseran menarik dalam lanskap aset digital.
Jaringan yang baru berusia dua bulan ini memproses total 5,52 juta transaksi pada 30 Agustus lalu, sebuah angka yang belum pernah tercapai sebelumnya. Pada hari yang sama, para pengguna juga meluncurkan 22.600 token baru, dan sebagian besar dari pendapatan jaringan sebesar USD 2,66 juta (sekitar Rp43,2 miliar) berasal dari alat perdagangan memecoin.
Angka-angka ini menyoroti bagaimana platform baru dapat dengan cepat menarik perhatian pengguna dan volume transaksi yang signifikan, terutama ketika didukung oleh tren spekulatif seperti memecoin. Kecepatan dan biaya transaksi yang lebih rendah seringkali menjadi daya tarik utama bagi para pedagang yang ingin memaksimalkan peluang dalam pasar yang bergejolak.
Memecoin, yang dikenal karena volatilitasnya yang ekstrem dan sering kali didasarkan pada lelucon internet atau tren budaya pop, telah menjadi pendorong utama aktivitas di berbagai blockchain baru. Meskipun sifatnya yang spekulatif, memecoin mampu menghasilkan volume perdagangan besar yang pada gilirannya menghasilkan pendapatan dari biaya transaksi bagi jaringan pendukungnya.
Kinerja Robinhood Chain ini sangat kontras dengan Ethereum, yang meskipun tetap menjadi fondasi bagi sebagian besar ekosistem kripto, seringkali bergulat dengan biaya transaksi yang tinggi dan kepadatan jaringan. Biaya ini, yang dikenal sebagai 'gas fee', dapat menjadi penghalang bagi pedagang dengan modal lebih kecil atau mereka yang melakukan banyak transaksi volume rendah.
Lonjakan transaksi dan pendapatan di jaringan baru ini menunjukkan bahwa banyak pengguna beralih ke alternatif yang lebih efisien dari segi biaya untuk aktivitas perdagangan cepat. Para pengembang dan investor melihat ini sebagai peluang untuk membangun ekosistem yang lebih terjangkau dan mudah diakses, terutama untuk jenis transaksi yang bersifat spekulatif.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor












