Saham Perbankan Besar Menguat di Tengah Tekanan Pasar Modal Indonesia

Saham emiten perbankan dengan kapitalisasi pasar besar mencatatkan kenaikan harga pada perdagangan Senin, 5 Oktober 2026, di tengah dinamika pasar yang masih dibayangi tekanan jual.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BBRI menguat 1,30 persen ke posisi Rp 3.120 per saham. Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA mencatatkan kenaikan 1,23 persen ke level Rp 6.175, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk atau BBNI naik 1,17 persen menjadi Rp 3.460 per lembar saham.
Analis Investasi Infovesta Utama, Ekky Topan, menjelaskan bahwa penguatan tersebut merupakan sinyal teknikal awal di tengah tren pasar yang fluktuatif. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa kondisi pasar saat ini belum cukup kokoh untuk memastikan adanya perubahan arah tren secara permanen.
Menurut Ekky, koreksi harga yang cukup panjang dalam beberapa waktu terakhir sebenarnya telah membuat valuasi bank-bank besar menjadi lebih menarik bagi investor. Namun, pergerakan harga saat ini masih sangat bergantung pada arus modal asing, fluktuasi nilai tukar rupiah, imbal hasil obligasi global, serta kebijakan suku bunga acuan.
Terkait spekulasi mengenai dampak jual kosong atau short selling, Ekky berpendapat bahwa mekanisme ini belum menjadi faktor utama pemicu tekanan harga pada saham perbankan besar. Short selling adalah praktik investor meminjam saham untuk dijual dengan harapan dapat membelinya kembali saat harga lebih rendah untuk mendapatkan keuntungan.
Aktivitas tersebut dinilai masih terbatas karena baru ada dua perusahaan sekuritas yang memfasilitasi transaksi jenis ini. Oleh karena itu, mekanisme ini tidak menjadi sentimen dominan bagi pergerakan saham BBCA maupun emiten perbankan besar lainnya di pasar modal tanah air.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor
-af2f7.webp)










