AMD Genjot Produksi Chip Hingga 2027 Demi Penuhi Permintaan Pasar Global

AMD berencana melakukan peningkatan pasokan chip secara besar-besaran pada 2027 mendatang untuk merespons tingginya minat pasar terhadap produk mereka.
CEO AMD, Lisa Su, menjelaskan bahwa kapasitas pengiriman perusahaan saat ini belum mampu mengimbangi lonjakan permintaan yang terus terjadi. Ia mengakui bahwa pasokan sepanjang 2026 sudah ditingkatkan, namun angka tersebut tetap belum mencukupi kebutuhan industri yang berkembang pesat.
Kebutuhan akan prosesor berperforma tinggi diprediksi akan bertahan dalam jangka panjang. Kondisi ini memaksa perusahaan untuk mengamankan kapasitas wafer canggih dalam jumlah lebih besar.
Strategi perencanaan produksi internal perusahaan pun kini mengalami pergeseran yang cukup fundamental. Jika sebelumnya AMD hanya merencanakan kapasitas untuk kurun waktu satu hingga dua tahun, kini mereka mulai menyusun proyeksi strategis untuk rentang waktu tiga hingga lima tahun ke depan.
Peningkatan pasokan chip ini tidak bisa dilepaskan dari peran teknologi pengemasan atau packaging canggih seperti CoWoS.
CoWoS merupakan singkatan dari Chip-on-Wafer-on-Substrate, yakni metode teknologi pengemasan tingkat lanjut yang krusial bagi perakitan chip AI dan grafis berperforma tinggi. Tanpa dukungan teknologi ini, chip canggih tidak akan berfungsi optimal sesuai standar perusahaan.
Guna memperkuat ekosistem rantai pasok, AMD telah berkomitmen untuk menanamkan investasi lebih dari USD 10 miliar atau sekitar Rp157 triliun di Taiwan. Dana tersebut dialokasikan untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra strategis di kawasan tersebut.
Lisa Su dijadwalkan menemui sejumlah mitra kunci selama kunjungannya di Asia, termasuk Foxconn, Quanta, Acer, dan ASUS. Selain Taiwan, ia juga akan melawat ke Korea Selatan guna melakukan diskusi teknis dengan produsen memori raksasa, yakni Samsung dan SK Hynix.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan komponen pendukung yang krusial bagi produksi perangkat komputasi masa depan.
Meskipun rencana penambahan kapasitas sudah diumumkan secara publik, belum ada kepastian mengenai dampaknya terhadap ketersediaan produk bagi konsumen akhir. Pihak AMD belum memberikan keterangan resmi apakah peningkatan produksi ini akan mempermudah akses pasar terhadap lini prosesor Ryzen maupun kartu grafis Radeon.
Para pengamat industri kini menyoroti apakah ekspansi masif ini akan menekan harga komponen PC di masa depan. Konsumen tentu berharap stabilitas pasokan dapat menurunkan harga yang saat ini sering berfluktuasi akibat kendala rantai produksi global.
Hingga saat ini, belum ada angka spesifik mengenai seberapa besar volume peningkatan pasokan yang akan direalisasikan. Semua pihak masih menunggu detail rencana strategis selanjutnya dari markas besar AMD terkait alokasi distribusi komponen tersebut.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor








