Data Pelanggan Asos Terancam Setelah Perusahaan Mengalami Peretasan Pemerasan

Situs belanja fesyen daring ternama, Asos, baru saja melaporkan insiden keamanan siber serius yang menimpa platform mereka.
Para pelaku peretasan dilaporkan melakukan tindakan pemerasan dan berpotensi mengakses sejumlah data pribadi milik pelanggan. Ancaman ini terungkap ketika para pengguna menerima notifikasi mencurigakan pada perangkat seluler mereka terkait aktivitas peretasan tersebut.
Asos merupakan perusahaan ritel fesyen asal Inggris yang beroperasi secara global dengan jutaan pelanggan di berbagai negara. Dalam model bisnis ritel daring, perusahaan menyimpan informasi sensitif seperti alamat pengiriman, riwayat transaksi, hingga detail kontak pelanggan dalam basis data mereka.
Penyerang menggunakan metode yang tidak biasa dengan mengirimkan notifikasi push secara langsung kepada pengguna aplikasi Asos. Langkah ini bertujuan untuk memberikan tekanan psikologis kepada pihak manajemen perusahaan dengan menunjukkan akses yang telah berhasil mereka peroleh.
Pakar keamanan siber mencatat bahwa teknik seperti ini sering digunakan dalam serangan pemerasan atau extortion hack. Pelaku biasanya meminta sejumlah tebusan, seringkali dalam bentuk mata uang kripto yang nilainya mencapai ribuan dolar Amerika Serikat atau setara dengan ratusan juta rupiah untuk mencegah kebocoran data lebih lanjut.
Hingga saat ini, pihak Asos tengah melakukan investigasi mendalam untuk mengidentifikasi cakupan data yang terdampak oleh peretasan ini. Tim internal keamanan siber mereka bekerja sama dengan otoritas terkait guna memastikan apakah detail kartu kredit atau informasi perbankan lainnya turut terekspos.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor










