
Google resmi merombak tampilan panel samping dan menu pengaturan pada aplikasi Gemini untuk platform Android. Pembaruan ini bertujuan mempermudah navigasi bagi pengguna saat berinteraksi dengan asisten kecerdasan buatan tersebut secara natural.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari pembaruan Spark-to-Task yang sebelumnya telah diperkenalkan oleh perusahaan raksasa teknologi asal Mountain View tersebut.
Salah satu perubahan yang paling terlihat adalah pemindahan ikon pencarian ke sudut kanan atas layar. Daftar navigasi kini menempatkan opsi Perpustakaan atau Library tepat di bawah pilihan Chat Baru, tidak lagi berada di bagian bawah. Penataan ini membuat struktur aplikasi terasa lebih intuitif bagi pengguna yang sering mengakses riwayat percakapan mereka.
Untuk menjaga tampilan tetap rapi, Google kini hanya menampilkan lima item terbaru pada panel navigasi. Jika ingin melihat lebih banyak, pengguna cukup menekan tombol More atau Selengkapnya untuk memperluas daftar tersebut.
Bagi pelanggan layanan AI Ultra, daftar fitur yang tersedia mencakup opsi seperti Daily brief, Students, hingga fitur pembuatan asisten khusus bernama Gems.
Selain perubahan navigasi, Google juga melakukan konsolidasi pada halaman pengaturan aplikasi. Sebelumnya, preferensi pengguna terbagi antara menu akun dan menu Pengaturan Gemini yang terpisah. Kini, semua konfigurasi telah disatukan dalam satu halaman tunggal untuk meningkatkan efisiensi penggunaan.
Menu akun sekarang hanya difungsikan khusus untuk beralih antar-akun, memberikan umpan balik, atau mengakses pusat bantuan. Hal ini mengurangi kebingungan yang sering dialami pengguna saat mencari pengaturan teknis tertentu di dalam aplikasi.
Halaman pengaturan yang baru kini diawali dengan opsi Kelola akun serta batas penggunaan data bagi para pengguna.
Di bawah bagian Preferensi, pengguna dapat menemukan beragam pengaturan seperti Notifikasi, Inteligensi Personal, hingga pengaturan Tema yang baru saja ditambahkan. Opsi lain yang tersedia meliputi kontrol perangkat, pesanan belanja, serta fitur Gemini Notebook untuk pengelolaan catatan berbasis kecerdasan buatan. Integrasi ini menunjukkan ambisi Google untuk menjadikan Gemini sebagai pusat kendali aktivitas digital harian.
Pembaruan sisi peladen ini sebenarnya sudah mulai digulirkan untuk platform iOS, macOS, dan versi web sejak pekan lalu bersamaan dengan peluncuran Gemini 4 Argon. Kini, pengguna Android di berbagai negara, termasuk Indonesia, mulai mendapatkan akses secara bertahap melalui pembaruan sistem secara otomatis.
Kehadiran desain baru ini menjadi relevan mengingat persaingan asisten digital berbasis kecerdasan buatan atau AI yang semakin ketat di pasar aplikasi mobile.
Di Indonesia, penggunaan asisten AI semakin populer untuk mendukung produktivitas kerja maupun kebutuhan pendidikan mahasiswa. Dengan penyederhanaan antarmuka ini, hambatan teknis bagi pengguna awam diharapkan dapat berkurang secara signifikan. Google tampaknya ingin memastikan bahwa setiap fitur canggih mereka dapat diakses dengan sesedikit mungkin klik.
Gemini sendiri merupakan jawaban Google terhadap tantangan dari pesaing utama seperti ChatGPT milik OpenAI dan Copilot besutan Microsoft. Perusahaan terus membenamkan teknologi model bahasa besar atau Large Language Model mereka ke dalam ekosistem Android yang sangat luas.
Strategi penyatuan antarmuka lintas platform ini merupakan upaya Google menciptakan pengalaman pengguna yang konsisten di mana pun mereka mengakses layanan tersebut.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor