Menjelajahi Pesona Bagian Tersembunyi Tembok Besar China yang Menakjubkan

Menjelajahi Tembok Besar China tidak melulu soal jalur turis populer yang dipadati ribuan pengunjung setiap harinya. Kemegahan struktur kuno Tembok Besar China sepanjang lebih dari 21.000 kilometer ini membentang melewati 15 provinsi dan menyimpan banyak sudut tersembunyi yang menawarkan pemandangan memukau.
Pembangunan benteng raksasa ini dimulai lebih dari 2.500 tahun lalu pada Periode Musim Semi dan Musim Gugur di China. Berbagai dinasti yang saling bersaing terus menambah panjang benteng hingga perbaikan akhirnya terhenti pada abad ke-17. Meskipun beberapa bagian benteng telah rusak dimakan zaman, jalur benteng ini tetap menyajikan arsitektur sejarah yang megah.
Salah satu kawasan unik yang layak dikunjungi adalah Kota Penyu Yongtai di Provinsi Gansu.
Benteng yang dibangun pada masa Dinasti Ming pada 1608 ini dahulu menampung sekitar 2.000 prajurit infanteri dan 500 pasukan berkuda. Julukan kota penyu diberikan karena bentuk benteng lonjong yang menyerupai tempurung, dengan gerbang selatan sebagai kepala dan gerbang lainnya sebagai kaki serta ekor.
Wisatawan dapat menjangkau kota kuno ini dengan perjalanan darat selama 2,5 jam dari Kota Lanzhou. Kawasan ini menyajikan keautentikan sejarah yang terjaga rapi serta sajian kuliner lokal seperti tahu lima Buddha dan mi dingin pedas. Perjalanan malam ke alun-alun Kabupaten Jingtai juga menawarkan pengalaman wisata kuliner yang beragam.
Beralih ke wilayah Beijing, perpaduan jalur Mutianyu dan Jiankou membentang sepanjang 25 kilometer di puncak gunung.
Mutianyu merupakan jalur turis yang telah direnovasi sejak tahun 1980-an dan dilengkapi fasilitas kereta gantung. Sementara itu, Jiankou dikenal sebagai jalur liar yang lebih menantang karena dibiarkan alami tanpa komersialisasi.
Pemerintah setempat mulai membatasi pendakian di Jiankou sejak 2020 demi keselamatan para pengunjung. Kendati demikian, pemandangan daun-daun berguguran pada musim gugur dan mekar bunga sakura pada musim semi menjadi daya tarik utama kawasan ini. Wisatawan asing kini dapat menyewa mobil atau naik bus khusus dari stasiun Dongzhimen Wai untuk menuju lokasi.
Lokasi unik lainnya terdapat di Desa Bataizi yang berada di Provinsi Shanxi.
Di desa ini berdiri reruntuhan gereja berarsitektur Gotik yang dibangun oleh misionaris Jerman pada 1876. Perpaduan antara reruntuhan menara lonceng gereja kuno dan benteng tanah liat menjadikan pemandangan di Bataizi sangat unik.
Pengunjung yang selesai menelusuri benteng dapat berkunjung ke gereja baru untuk menyapa pengelola setempat. Kawasan Datong yang berjarak 80 kilometer dari Bataizi juga menawarkan situs warisan dunia UNESCO seperti Gua Yungang. Ongkos taksi dari pusat Kota Datong menuju Bataizi berkisar 300 yuan atau sekitar Rp680.000.
Pertemuan benteng kuno dengan perairan alami juga dapat disaksikan di kawasan Laoniuwan.
Masyarakat setempat menyebut Laoniuwan sebagai tempat bertemunya benteng kuno dengan Sungai Kuning yang megah. Benteng Laoniuwan dibangun pada 1467, sedangkan Menara Wanghe yang terkenal didirikan pada 1544.
Menyusuri sungai menggunakan perahu menjadi cara terbaik untuk menikmati keindahan Ngarai Sungai Kuning. Waktu kunjungan terbaik adalah pada akhir musim panas atau awal musim gugur untuk menguji jalur pegunungan yang aman. Perjalanan menuju lokasi ini disarankan menggunakan kendaraan sewaan dari Datong agar dapat sekaligus melintasi Bataizi.
Bagi pencinta petualangan ekstrem, Menara Peri di Simatai menawarkan tantangan pendakian yang luar biasa.
Menara ini terletak di puncak bukit yang curam di Distrik Miyun, Beijing. Wisatawan disarankan menikmati pemandangan Menara Peri dari Menara Wangjing yang berjarak hanya beberapa ratus meter tanpa perlu peralatan panjat khusus.
Terakhir, ada jalur Dushikou di Provinsi Hebei yang dibangun pada masa Pemerintahan Kaisar Jiajing. Benteng setinggi tujuh meter ini unik karena dibangun dari tumpukan batu alam tanpa semen atau batu bata bakar. Kunjungan pada bulan Juli dan Agustus menyajikan pemandangan padang rumput hijau serta sajian kuliner satai kambing khas daerah setempat.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor









:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365285/original/028782200_1791168361-yan.jpg)



