Kaitan Aneh Iklan Googlebook Henry Cavill dengan Insiden Kumis Justice League
![Justice League all over again; Henry Cavill’s mustache vanishes in new Googlebook promo [Video]](https://cdn.beritana.com/media/2026/10/justice-league-all-over-again-henry-cavills-mustache-vanishes-in-new-googleboo.webp)
Aktor Henry Cavill kembali menjadi sorotan publik lewat iklan terbaru Googlebook yang memicu ingatan kolektif penonton akan kegagalan efek visual film Justice League tahun 2017 silam.
Perubahan drastis pada penampilan Cavill antara iklan pertama dan kedua terlihat sangat mencolok. Kali ini, kumis sang aktor menghilang sepenuhnya seolah mengulang sejarah kelam produksi film pahlawan super tersebut.
Pada tahun 2017, Cavill harus menumbuhkan kumis tebal untuk perannya dalam film Mission Impossible: Fallout. Namun, pihak studio memaksanya melakukan pengambilan gambar ulang untuk Justice League yang mengharuskan kumis tersebut dihilangkan melalui penyuntingan digital.
Hasil suntingan tersebut tampak sangat tidak alami di layar lebar dan memicu gelombang kritik dari penggemar film di seluruh dunia. Kejadian itu menjadi salah satu bahan perbincangan paling ikonik dalam sejarah pascaproduksi film Hollywood.
Kali ini, situasi dalam promosi Googlebook jauh lebih ringan dan tidak melibatkan kerumitan teknis yang serius. Tim produksi hanya bermain dengan persepsi visual untuk memberikan kesan yang sedikit jenaka bagi para penggemar yang jeli melihat perubahan tersebut.
Google sendiri memilih menggandeng Cavill sebagai wajah promosi karena ketertarikan mendalam sang aktor terhadap dunia teknologi. Cavill dikenal luas di kalangan komunitas daring sebagai seorang penggemar berat PC gaming serta pengguna setia sistem operasi Android.
Kolaborasi ini bukan sekadar urusan kontrak iklan komersial semata. Henry Cavill saat ini sedang terlibat dalam proyek pengembangan permainan video menggunakan perangkat lunak milik Google, yang informasinya sudah tersedia di situs resmi perusahaan tersebut.
Keterlibatan aktif Cavill dalam ekosistem teknologi membuktikan bahwa ia bukan sekadar duta merek. Ia benar-benar memanfaatkan alat yang disediakan Google untuk merancang proyek kreatif pribadinya di sela kesibukan jadwal syuting film.
Fenomena hilangnya kumis dalam durasi singkat ini sukses mencuri perhatian netizen di media sosial. Banyak penggemar yang membuat perbandingan langsung antara cuplikan layar iklan Googlebook dengan potongan gambar film Justice League masa lalu.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor












:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367896/original/078151300_1791366398-messi.jpg)