:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367896/original/078151300_1791366398-messi.jpg)
Era baru Timnas Argentina resmi dimulai setelah Lionel Messi menutup perjalanannya selama 21 tahun di level internasional.
Kepastian ini muncul usai La Pulga menjalani laga perpisahan emosional melawan Benin di Stadion Monumental, Buenos Aires, pada Rabu (7/10/2026).
Kepergian sosok megabintang tersebut meninggalkan celah besar bagi Argentina, tidak hanya di lini serang, tetapi juga dalam hal kepemimpinan di lapangan.
Pelatih Lionel Scaloni secara resmi menunjuk Cristian Romero sebagai kapten baru untuk memimpin La Albiceleste melangkah ke depan.
Keputusan tersebut diumumkan oleh Scaloni pada akhir September lalu sebagai bagian dari transisi tim menuju tantangan internasional berikutnya.
Scaloni menyatakan bahwa bek berusia 28 tahun itu merupakan figur yang paling tepat untuk mengemban tanggung jawab besar tersebut.
Romero sebenarnya bukanlah wajah baru dalam memikul beban kepemimpinan tim nasional.
Pemain yang kini berkarier bersama Atletico Madrid itu tercatat sudah tiga kali mengenakan ban kapten sebelum penunjukan resminya.
Pengalaman pertamanya memimpin rekan-rekan setim terjadi saat Argentina menang tipis 1-0 atas Chile dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 pada 5 Juni 2025.
Setelah itu, kepercayaan serupa diberikan pelatih saat Argentina menghadapi Venezuela dalam pertandingan persahabatan pada Oktober 2025.
Kesempatan ketiga bagi Romero hadir ketika tim berhadapan dengan Mauritania sesaat sebelum dimulainya perhelatan Piala Dunia 2026.
Momen paling ikonik bagi sang bek terjadi saat ia memimpin rekan-rekannya melawan Bolivia di Cordoba, kota kelahirannya sendiri.
Dalam pertandingan tersebut, Argentina sukses mengunci kemenangan telak 4-0 dan Romero mencatatkan namanya di papan skor melalui sundulan mematikan.
Romero secara sadar memahami bahwa dirinya tidak akan bisa menggantikan posisi Messi di hati suporter maupun dalam sejarah sepak bola.
Namun, ia menegaskan bahwa tim harus tetap menatap masa depan dengan semangat yang sama setelah era kejayaan sang legenda berakhir.
Sepanjang kariernya bersama tim nasional, Romero telah mencatatkan 59 penampilan dengan kontribusi lima gol yang seluruhnya dicetak melalui kepala.
Kemampuannya dalam duel udara menjadikan sosok yang memulai karier profesional di Belgrano ini sebagai ancaman nyata dalam situasi bola mati.
Sebagai bagian dari periode emas Argentina, ia telah merasakan gelar juara Copa America 2021, Finalissima 2022, Piala Dunia 2022, hingga Copa America 2024.
Kini, tanggung jawab besar menanti di pundak Romero untuk menjaga standar tinggi yang telah dibangun oleh pendahulunya selama lebih dari satu dekade.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor