Bosan Makan Telur? Ini 5 Makanan Tinggi Protein yang Ampuh Melawan Peradangan

Jakarta menjadi lokasi riset para ahli gizi terkait tren pola makan tinggi protein yang kini semakin diminati masyarakat untuk mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Banyak individu mulai mencari alternatif sumber protein di luar telur ayam untuk membangun otot sekaligus meredakan peradangan kronis di dalam tubuh mereka.
Ahli gizi Payton Brewer menekankan bahwa kombinasi asupan protein yang tepat dengan sifat antiperadangan memegang peranan krusial dalam menjaga fungsi otot. Ia menjelaskan bahwa makanan pilihan ini tidak sekadar memenuhi kebutuhan harian, tetapi juga aktif melawan proses peradangan yang berpotensi memicu berbagai penyakit degeneratif.
Salmon berada di urutan pertama rekomendasi karena kandungan 19 gram protein dalam satu porsi seberat 85 gram, ditambah asam lemak omega-3 yang sangat tinggi.
Kandungan EPA dan DHA dalam ikan salmon secara alami berfungsi menekan produksi molekul yang memicu peradangan di dalam sistem tubuh manusia. Dr. Theresa DeLorenzo menyarankan agar salmon diolah bersama saus pesto dari kacang kenari atau biji hemp untuk memaksimalkan profil nutrisinya.
Lentil juga menjadi sumber nabati unggulan dengan kandungan 9 gram protein dan 8 gram serat dalam setiap setengah cangkir sajiannya.
Serat tersebut membantu mendukung kesehatan mikrobioma usus yang sangat vital bagi sistem kekebalan tubuh manusia. Leonila Campos menjelaskan bahwa fermentasi serat ini menghasilkan asam lemak rantai pendek yang berfungsi menjaga kesehatan pencernaan sekaligus mengatur respons inflamasi secara efektif.
Selain itu, yogurt Yunani atau Greek yogurt menawarkan 13 gram protein per setengah cangkir yang didukung oleh keberadaan probiotik hidup serta asam linoleat terkonjugasi.
Kandungan tersebut berperan menjaga keseimbangan bakteri di usus serta memodulasi respons sistem imun tubuh agar tetap stabil. Pilihan ini dianggap sebagai solusi praktis bagi mereka yang membutuhkan camilan sehat tanpa harus melakukan perubahan pola makan yang terlalu drastis.
Edamame pun tak kalah berkhasiat dengan sumbangan 18 gram protein serta senyawa isoflavon yang kaya akan antioksidan pelawan radikal bebas.
Terakhir, tahu menjadi alternatif nabati yang menyediakan hingga 22 gram protein per setengah cangkir. Variasi olahan berbahan dasar kedelai ini memberikan fleksibilitas tinggi untuk dikonsumsi dalam berbagai jenis masakan, mulai dari tumisan hingga campuran smoothie bagi mereka yang ingin menjaga kesehatan tanpa mengandalkan sumber protein hewani secara terus-menerus.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor












