Cara Gen Z Mendeteksi Hoaks Bencana, Tiga Tips Sederhana Agar Tidak Tertipu

Generasi Z kini menjadi kelompok paling dominan dalam mengonsumsi dan menyebarkan informasi melalui media sosial di Indonesia. Namun, keaktifan ini menyimpan tantangan besar terutama ketika terjadi bencana alam yang memicu gelombang disinformasi.
Kondisi darurat sering kali dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan berita bohong demi mengejar keterlibatan pengguna atau engagement. Memahami langkah verifikasi menjadi kebutuhan mendesak bagi warga digital saat ini.
Pertama, selalu pastikan rujukan utama berasal dari akun resmi lembaga berwenang. Anda disarankan memantau informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), atau Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
Jika sebuah unggahan berasal dari media massa, perhatikan tanda verifikasi seperti centang biru pada profil akun tersebut. Hindari membagikan konten dari akun anonim yang sering kali menyunting video untuk tujuan provokasi.
Kedua, gunakan fitur pencarian balik gambar untuk mendeteksi konten lama yang dimuat kembali sebagai peristiwa baru. Banyak pelaku hoaks mengunggah foto gempa atau kebakaran hutan dari tahun-tahun sebelumnya dengan narasi yang dimanipulasi.
Anda dapat memanfaatkan alat seperti Google Lens untuk melacak asal-usul foto tersebut. Jika hasil pencarian menunjukkan foto tersebut diunggah bertahun-tahun lalu di lokasi yang berbeda, maka informasi itu dipastikan merupakan hoaks.
Baca juga tulisan lainnya dari Putri Rahayu
Penulis: Putri Rahayu
Editor: Beritana Editor












:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379462/original/095287800_1792633034-Khvicha_Kvaratskhelia.jpg)