Kantor Kelompok Sayap Kanan di Parlemen Eropa Digeledah Terkait Kasus Dana

Pihak berwenang melakukan penggeledahan di kantor administratif kelompok Patriots for Europe yang berada di kompleks Parlemen Eropa, Brussels dan Strasbourg, pada Rabu waktu setempat.
Langkah hukum tersebut merupakan bagian dari penyelidikan jangka panjang mengenai dugaan penyalahgunaan dana Uni Eropa. Penyelidikan ini dipimpin oleh Kantor Kejaksaan Publik Eropa atau EPPO, sebuah lembaga independen yang bertugas menindak kejahatan terhadap anggaran Uni Eropa.
Pihak Patriots for Europe menyatakan bahwa penggeledahan itu berkaitan dengan keluhan terhadap pendahulu mereka, yaitu Identity and Democracy Group atau kelompok ID. Kelompok ID sendiri telah dibubarkan pasca pemilihan Parlemen Eropa pada tahun 2024.
Anggota Parlemen Eropa dari partai National Rally asal Prancis, Jean-Paul Garraud, menjelaskan bahwa penggeledahan menyasar ruang staf dari kelompok ID sebelumnya. Garraud menegaskan posisi kelompoknya dalam menanggapi tindakan aparat tersebut.
Pihak Patriots for Europe bersikeras bahwa tidak ada kesinambungan hukum antara organisasi mereka saat ini dengan kelompok ID yang sudah bubar. Mereka berusaha menjaga jarak dari kasus ini demi menjaga reputasi politik kelompok yang baru terbentuk tersebut.
Audit internal Parlemen Eropa sebelumnya menemukan bahwa anggota kelompok ID diduga menyalahgunakan dana sebesar 4,3 juta euro atau sekitar Rp73 miliar selama periode legislatif 2019 hingga 2024. Dana tersebut dilaporkan mengalir ke perusahaan yang dekat dengan kelompok itu dan organisasi pendukung kampanye anti-aborsi.
Kasus ini muncul di tengah sorotan publik terhadap transparansi keuangan partai politik di Eropa. Penggunaan dana publik untuk kepentingan kampanye atau organisasi terafiliasi memang sering menjadi subjek pemeriksaan ketat oleh otoritas hukum Uni Eropa.
Kelompok ID dulunya beranggotakan partai-partai besar sayap kanan seperti National Rally dari Prancis, AfD dari Jerman, serta Lega dari Italia. Namun, koalisi tersebut pecah akibat friksi internal selama kampanye pemilihan tahun 2024.
Ketegangan internal dipicu oleh berbagai isu, termasuk pernyataan kontroversial calon unggulan mereka, Maximilian Krah dari AfD. Selain itu, terdapat tuduhan mengenai pengaruh asing dari Rusia dan Tiongkok yang sempat mengguncang kredibilitas kelompok tersebut.
Kini, kelompok Patriots for Europe menempati posisi sebagai aliansi terbesar ketiga di Parlemen Eropa dengan total 85 kursi. Meskipun struktur anggotanya tampak serupa, mereka secara tegas mengecualikan AfD dari keanggotaan baru mereka setelah perombakan besar-besaran tahun lalu.
Partai AfD kemudian membentuk kelompok sayap kanan baru yang jauh lebih kecil bernama Europe of Sovereign Nations. Kelompok tersebut hanya memiliki 27 kursi di parlemen, dengan 15 kursi di antaranya dikuasai oleh delegasi AfD.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor











:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379462/original/095287800_1792633034-Khvicha_Kvaratskhelia.jpg)

