Tips Aman Memilih Perawatan Estetika untuk Menghindari Risiko Medis

Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap legalitas dan keamanan perangkat sebelum memutuskan untuk menjalani beragam jenis perawatan estetika medis.
Direktur Pengawasan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Eka Purnamasari, menekankan bahwa aspek keselamatan pasien merupakan prioritas utama dalam setiap tindakan medis. Pernyataan tersebut disampaikan Eka dalam program edukasi Know Before You Glow yang berlangsung pada Selasa, 22 September 2026.
Eka menjelaskan setiap perangkat medis yang digunakan oleh klinik estetika wajib memenuhi standar legalitas, keamanan, dan mutu yang ketat. Kepatuhan terhadap ketentuan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab penyedia layanan, tetapi juga krusial bagi perlindungan kesehatan pasien secara jangka panjang. Pihak kementerian terus melakukan pengawasan agar tidak ada penggunaan alat yang tidak dapat dipertanggungjawabkan di lapangan.
Kondisi pasar industri estetika yang tumbuh pesat sering kali diikuti dengan peredaran perangkat yang tidak jelas asal-usulnya. Direktur PT Regenesis Indonesia, Emmy Noviawati, menyebutkan bahwa calon pasien kerap terjebak pada hasil akhir tanpa menelusuri kompetensi tenaga medis yang melakukan tindakan tersebut.
Pasien harus berani mengajukan pertanyaan mengenai prosedur yang akan dijalani, termasuk siapa tenaga kesehatan yang bertanggung jawab atas tindakan tersebut. Memahami risiko dan manfaat merupakan hak dasar setiap pasien sebelum memberikan persetujuan medis.
Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia, Hanny Nilasari, menyarankan agar pemilihan jenis perawatan didasarkan pada kondisi medis individu. Pasien diingatkan untuk tidak sekadar mengikuti tren atau promosi yang marak di media sosial tanpa adanya konsultasi mendalam dengan dokter profesional.
Proses penilaian kondisi pasien sebelum tindakan adalah tahapan yang tidak boleh dilewati. Dokter wajib berkomunikasi secara terbuka mengenai kebutuhan pasien serta memastikan bahwa metode yang ditawarkan benar-benar aman dan sesuai secara medis.
Langkah inovatif juga ditempuh oleh industri melalui Program Keaslian Regenesis guna menjamin transparansi perangkat yang digunakan oleh pihak klinik. Corporate Brand Manager Regenesis Indonesia, Gita Yohanna Thomdean, menjelaskan bahwa pasien kini dapat melakukan verifikasi alat melalui kode batang yang tertera pada mesin perawatan.
Verifikasi tersebut berfungsi untuk menjaga kepercayaan antara dokter dan pasien sekaligus menjamin bahwa peralatan yang dipakai merupakan produk asli dari jalur distribusi resmi. Keamanan ini secara tidak langsung mendukung terciptanya ekosistem industri estetika yang lebih bertanggung jawab dan kredibel di Indonesia.
Edukasi publik yang berkelanjutan dinilai menjadi kunci utama untuk menekan angka kecelakaan prosedur estetika. Sinergi antara regulator pemerintah, organisasi profesi, pihak industri, dan masyarakat menjadi fondasi untuk memperkuat standar keselamatan di setiap fasilitas pelayanan kesehatan.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor













