Tantangan pemenuhan gizi anak di Indonesia masih cukup besar mengingat data menunjukkan hanya 43 persen balita yang mendapatkan pola makan minimum sesuai standar. Orang tua disarankan untuk lebih kreatif dalam meracik bahan yang ramah di kantong tanpa mengorbankan kualitas nutrisi. Penggunaan telur atau ikan lokal dapat membantu menekan biaya belanja bulanan secara signifikan.
Susu juga dapat menjadi pelengkap gizi yang berkualitas tinggi berdasarkan penilaian metode Digestible Indispensable Amino Acid Score (DIAAS). Protein susu sapi memiliki nilai di atas 100 persen, sehingga sangat efektif untuk menunjang kebutuhan asam amino tubuh.
Meski demikian, susu bukan merupakan pengganti makanan utama bagi anggota keluarga. Kedudukannya harus tetap diposisikan sebagai tambahan untuk melengkapi pola makan yang sudah seimbang dengan sayur dan buah. Pedoman Tumpeng Gizi dan konsep Isi Piringku bisa dijadikan acuan praktis dalam menyusun menu harian yang sehat.
Dalam kondisi ekonomi yang menuntut efisiensi, perencanaan menu menjadi kunci keberhasilan pengaturan keuangan rumah tangga. Masyarakat diharapkan lebih selektif saat berbelanja lauk dengan mempertimbangkan kandungan nutrisi di dalamnya.
Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro, mengungkapkan bahwa pihaknya terus berkomitmen mendampingi keluarga dalam memenuhi kebutuhan nutrisi melalui edukasi berkelanjutan. Perusahaan berupaya meningkatkan literasi masyarakat agar keputusan dalam membeli kebutuhan pokok bisa dilakukan dengan lebih bijak. Pengetahuan mengenai nutrisi adalah modal utama bagi keluarga untuk beradaptasi dengan situasi ekonomi saat ini.