Iran Umumkan Penutupan Selat Hormuz usai Balas Serangan AS di Pangkalan Militer

Tehran mengklaim telah melancarkan serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait sebagai balasan atas gempuran AS. Eskalasi konflik Iran-AS ini turut diikuti pengumuman penutupan Selat Hormuz untuk pelayaran internasional.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan pasukannya meluncurkan serangan pesawat nirawak atau drone ke pangkalan udara Sheikh Isa di Bahrain serta pangkalan udara Ali Al Salem dan Ahmad Al-Jaber di Kuwait pada Kamis dini hari.
Dua kapal tanker minyak yang dituding "berusaha melintas secara ilegal" di Selat Hormuz juga menjadi target serangan.
IRGC menuduh Amerika Serikat telah "berulang kali melanggar" gencatan senjata yang disepakati April lalu. Mereka lantas mendeklarasikan Selat Hormuz "ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut", sebuah langkah yang berpotensi berdampak pada lalu lintas seluruh kapal, termasuk tanker minyak dan kapal dagang.
Serangan balasan dari Iran ini terjadi setelah Komando Pusat AS mengumumkan gempuran baru terhadap "berbagai sasaran" di dalam wilayah Iran.













