Kekalahan Manchester United dari Como dalam Liga Champions Dinilai Memalukan

Manchester United harus menelan pil pahit setelah dipermalukan Como dengan skor telak 1-4 pada laga Liga Champions di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Kamis (22/10/2026).
Hasil minor tersebut menjadi sorotan tajam berbagai pihak, termasuk mantan pemain Liverpool, Jamie Carragher. Ia menyebut penampilan skuad asuhan Michael Carrick sangat buruk di lapangan.
Stadio Giuseppe Sinigaglia sendiri merupakan stadion bersejarah di Italia yang menjadi markas bagi Como, klub yang saat ini berstatus sebagai debutan di kancah kompetisi antarklub elite Eropa tersebut. Kehadiran Como di liga ini memberikan tantangan baru bagi tim-tim besar seperti Manchester United yang sedang dalam fase transisi.
Kekalahan ini memperpanjang catatan tanpa kemenangan Manchester United menjadi tujuh pertandingan beruntun di semua kompetisi. Selama periode tersebut, tim asuhan Carrick hanya mampu meraih tiga hasil imbang dan menelan empat kekalahan menyakitkan.
Carragher mengungkapkan pandangannya melalui program CBS Sports segera setelah peluit panjang dibunyikan. Ia menganggap kekalahan itu sebagai sesuatu yang memalukan bagi klub sebesar Manchester United.
Namun, Carragher juga melontarkan pernyataan yang cukup mengejutkan mengenai ekspektasi publik sebelum pertandingan dimulai. Ia merasa banyak pengamat sepak bola memang sudah tidak menaruh harapan tinggi pada kemenangan Manchester United malam itu.
Secara tidak langsung, hasil ini bukan merupakan kejutan besar bagi mereka yang mengikuti perkembangan performa tim belakangan ini. Baginya, cara Manchester United kalah di tangan tim debutan tersebut justru menjadi poin yang paling mencengangkan dalam pertandingan.
Kritik pedas yang dilontarkan Carragher pun mengarah langsung pada masa depan Michael Carrick di kursi kepelatihan. Ia khawatir hasil negatif yang konsisten akan membawa konsekuensi serius bagi posisi pria tersebut.
Carragher sebenarnya mengakui adanya sejumlah capaian positif yang ditorehkan Carrick selama musim lalu. Meskipun demikian, ia tetap menilai bahwa manajer Manchester United sering kali berada dalam posisi sulit ketika hasil tim tidak sesuai ekspektasi.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor












