Keluarga Pelaut USS Lincoln Murka: Trump Dikritik Keras

Keluarga pelaut di kapal induk USS Abraham Lincoln menyuarakan kemarahan besar terhadap komentar Presiden Trump mengenai kondisi kapal. Pelayaran panjang kapal tersebut selama hampir sembilan bulan telah memicu kritik tajam terkait kesejahteraan awak.
Laporan menyebutkan adanya kekurangan makanan, masalah sanitasi, serta penurunan kesehatan mental di antara kru. Karen Bramlett, nenek salah satu pelaut, mengungkapkan cucunya depresi meski secara fisik dan mental baik. "Mimpi-mimpinya hancur," kata Bramlett.
Bramlett menegaskan, "Donald Trump harus malu membiarkan mereka menderita seperti itu." Ia merasa para pelaut yang berjuang untuk negara tidak mendapatkan dukungan sepantasnya dari presiden atau pemerintahannya.
Pelaksana Tugas Sekretaris Angkatan Laut, Hung Cao, membela perpanjangan misi USS Lincoln sebagai keharusan karena konflik Iran. Cao mengakui adanya kasus kesehatan mental dan penyesuaian jadwal makan, namun menegaskan tidak ada nyawa yang hilang atau makanan yang terlewat.
Cao memuji kru sebagai "epitome kekuatan dan ketahanan Amerika," yang telah didorong hingga batasnya namun tidak pernah menyerah. Sementara itu, kubu Demokrat, termasuk Senator Ruben Gallego, menuntut Pentagon untuk menginvestigasi dan bertanggung jawab atas situasi ini.
Gallego menuduh pemerintahan Trump "mengatur semuanya secara spontan" tanpa rencana jelas. Sekretaris Pertahanan Pete Hegseth membantah laporan media, menyebutnya "salah representasi."
Julie Roland, mantan pilot helikopter Angkatan Laut, menekankan pentingnya perawatan kesehatan mental bagi 5.000 pelaut yang kembali. Ia mengatakan transisi dari kehidupan di kapal ke rumah bisa sangat sulit, dan mereka membutuhkan dukungan penuh.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor









