Menperin Sarmuji Dorong Impor Sapi Perah demi Industri Susu Nasional

Keterbatasan bahan baku masih menjadi ganjalan utama bagi pertumbuhan industri susu nasional di Tanah Air. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Menteri Perindustrian Sarmuji mendorong strategi impor sapi perah ketimbang terus mengandalkan impor olahan susu dari luar negeri.
Langkah ini disampaikan Sarmuji saat meninjau fasilitas produksi PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (Cimory) di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/10/2026).
Sarmuji menilai pemenuhan pasokan susu segar tidak bisa lagi sekadar mengandalkan impor produk jadi atau susu bubuk. Menurut dia, pengalihan fokus impor ke bibit sapi perah yang dipelihara peternak lokal akan memberikan dampak ekonomi berganda bagi ekosistem perternakan dalam negeri. Selain meningkatkan populasi ternak, strategi ini diyakini mampu memperbaiki tingkat keterisian kapasitas produksi atau utilisasi pabrik pengolahan susu secara bertahap.
Saat ini, tingkat utilisasi industri susu nasional baru menyentuh angka sekitar 75 persen dari total kapasitas terpasang. Pemerintah menargetkan angka tersebut naik hingga mencapai kisaran 80 sampai 85 persen seiring perbaikan rantai pasok bahan baku.
"Kami berharap susu bisa diproduksi semaksimal mungkin di dalam negeri, sehingga jika ada impor, sebaiknya yang didatangkan adalah sapinya," ujar Sarmuji di Bogor.
Kendati demikian, Sarmuji menegaskan bahwa mendatangkan sapi perah dari negara produsen bukan tanpa tantangan teknis. Para peternak lokal membutuhkan pendampingan, edukasi, serta pelatihan intensif agar mampu mengelola sapi impor sesuai standar produktivitas tinggi. Kualitas pakan, tata kelola kandang, dan pemeliharaan kesehatan ternak menjadi faktor penentu agar volume pemerahan susu yang dihasilkan dapat optimal.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor
-af2f7.webp)











