Mogok Anti-Kudeta, Taktik Baru Pengunjuk Rasa Pro-Demokrasi Myanmar Untuk Menghindari Kekerasan Junta Militer
Myanmar
Sumber Foto: Istimewa/internet

Beritana, Bangkalan - Pengunjuk rasa penentang kudeta militer Myanmar pada hari Rabu (24/3), melakukan mogok massal, hal itu dilakukan oleh warga Myanmar sebagai lanjutan unjuk rasa pro-perdamaian dengan melakukan mogok untuk menentang kekuasaan junta militer. Gerakan sipil menentang kudeta militer itu berlangsung sejak 1 Februari.

Aktivis pro-demokrasi meminta kepada warga Myanmar untuk tidak melakukan kegiatan dan tinggal di rumah sepanjang hari. Hak utu merupakan taktik baru yang dirancang untuk menghindar repons militer yang semakin mematikan terhadap para pengunjuk rasa pro-demokrasi.

Semenjak penahanan pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi dan para pejabat pemerintahan lainnya, protes terhadap penahanan dan perebutan kekuasaan itu berlangsung non stop hingga mogok massal di gaungkan.

Kelompok Aktivitas Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) mengatakan bahwa setidaknya ada 275 orang telah dibunuh oleh Junta Militer sejak penumpasan terjadi. AAPP juga mengatakan lebih dari 2000 orang telah ditangkap dan juga ditahan sejak penumpasan terjadi.

What's your reaction?

Facebook Conversations