Psikolog Ungkap Waktu Optimal Journaling: Pagi Hari untuk Kejernihan Pikiran

Rutinitas menulis jurnal, atau biasa disebut journaling, memiliki waktu optimal menurut psikolog untuk memaksimalkan manfaatnya. Dr. Kathryn Smerling merekomendasikan pagi hari, segera setelah bangun tidur, sebagai momen ideal untuk aktivitas reflektif ini.
Kondisi pikiran yang masih segar dan belum terbebani distraksi harian menjadikan pagi hari waktu krusial. Pada saat itu, seseorang berada dalam keadaan paling waspada dan siaga, setelah istirahat malam penuh.
Dr. Smerling, seorang psikolog ternama, menjelaskan bahwa pikiran belum dipenuhi oleh hiruk-pikuk informasi dan tuntutan yang muncul sepanjang hari. Ini memberikan kesempatan unik untuk mengakses pikiran secara lebih jernih.
Metode yang disarankan adalah stream of consciousness, yaitu menuangkan segala isi pikiran secara mengalir tanpa hambatan. “Anda belum terjebak dalam pikiran yang berputar-putar (ruminasi); Anda belum disibukkan dengan memproses beragam informasi yang kita terima setiap harinya,” ujarnya, seperti dikutip dari sumber terkait.
Tujuan seseorang menulis jurnal beragam, mulai dari mencurahkan isi pikiran (brain dumping) hingga menyusun daftar pekerjaan (to-do list).
Namun, dua alasan utama yang mendorong orang melakukan journaling di pagi hari adalah untuk brain dumping dan menetapkan tujuan harian.
Praktik menulis segera setelah bangun tidur merupakan cara efektif untuk menjernihkan pikiran sebelum memulai aktivitas. Proses ini sering disebut sebagai ziplocking, di mana individu mengeluarkan segala isi pikiran agar tidak mengendap dan menghambat produktivitas.
“Istilah ziplocking berarti Anda bisa langsung bangun dan menuliskan apa pun yang terlintas di pikiran, mengalir begitu saja, ke dalam jurnal,” ungkap Dr. Smerling.
Setelah semua tumpahan pikiran tertuang, jurnal ditutup dan disimpan hingga pagi berikutnya. Brain dumping, berdasarkan studi yang dilansir oleh Very Well Mind, terbukti membantu meredakan stres, menjernihkan pikiran, serta mengurangi perenungan yang berlarut-larut.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor













