Antusias mahasiswa dalam menyambut pesta demokrasi semakin menurun sebab pihak Rektorat Universitas Jember untuk mendukung sistem pemilihan e-vote bagi Pemilu Raya Unej 2020. Pasalnya, UPT ....

Beritana, Jember - Antusias mahasiswa dalam menyambut pesta demokrasi semakin menurun sebab pihak Rektorat Universitas Jember untuk mendukung sistem pemilihan e-vote bagi Pemilu Raya Unej 2020. Pasalnya, UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPTTI) Unej tak segera perbarui system e-vote pemilihan umum Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). 

Sikap tersebut semakin aneh dengan adanya ketidaksinkronan antara pernyataan sikap dari UPTTI dan tindakan pihak rektorat, UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPTTI) Unej siap menyelesaikan sistem dengan jangka waktu 7 hari. Namun hingga tanggal 07 Desember 2020, pihak rektorat tak kunjung mengeluarkan surat perintah maupun memo kepada pihak UPTTI. Pascadisposisi yang diminta oleh KPUM Unej kepada Biro Akademik dan Kemahasiswaan, tanggal 29 November 2020 lalu. 

“Keseriusan pihak rektorat dalam mem-backup KPUM UNEJ, kemudian dipertanyakan? Upaya untuk menyelenggarakan perubahan sistem yang baik dan akuntabel harus terbengkalai dan sama sekali tidak didukung penuh oleh pihak rektorat,” ungkap Yulianata Lialubisma, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jember. 

Yulianata menyebutkan, ketidakpastian itu menimbulkan keresahan di kalangan mahasiswa Universitas Jember terutama paslon BEM. Sebab segala persiapan yang telah dilakukan dan antusiasme dari seluruh pendukung paslon nyaris kandas, terbukti dengan pengunduran diri paslon 03 pada 11 Desember 2020.

Ia juga mengungkapkan, ketegasan pihak rektorat dalam mendukung sistem E-Vote untuk Pemira sangat dinanti mahasiswa. Turut menuai tanya latarbelakang Wakil Rektor 1 yang memang lebih paham perihal IT, sama sekali tidak digunakan untuk mendukung terlaksananya Pemira Unej yang Luber Jurdil dengan sistem online.

“Pihak rektorat  mestinya menunjukan sikap peduli akan terpenuhinya hak-hak yang menjadi kepentingan seluruh mahasiswa, agar program Kampus Merdeka tak sekedar menjadi jargon namun benar terasa ada oleh seluruh elemen mahasiswa Universitas Jember,” imbuh ia.

Menurutnya, sistem pemungutan suara online perlu dipersiapkan secara matang dengan adanya kerjasama yang baik dengan pihak UPTTI Universitas Jember sebagai support system yang paling mumpuni untuk mengondisikan sistem online, agar bisa terintegrasi dengan sistem “Sister Unej”.  

“Upaya tersebut tentu, tidak akan terwujud tanpa ada dukungan penuh dari pihak rektorat UNiversitas Jember untuk menyongsong suksesnya pelaksanaan Pemira Unej 2020 ini,” tambahnya.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations