Daftar Pemain Keturunan yang Terganjal Aturan FIFA Bela Timnas Indonesia

Proses naturalisasi pemain keturunan untuk memperkuat Timnas Indonesia kini menghadapi tantangan administratif yang cukup berat karena regulasi FIFA.
Harapan publik untuk melihat wajah baru di skuad Garuda sempat menguat, namun aturan ketat mengenai silsilah keluarga menjadi penghalang utama bagi sejumlah pemain potensial.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan konfirmasi bahwa Dean Zandbergen tidak memenuhi syarat untuk menjalani proses naturalisasi. Penyerang yang kini membela klub Dinamo Bucuresti tersebut terhambat karena garis keturunan Indonesia miliknya berasal dari generasi buyut.
Menurut Statuta FIFA mengenai status pemain, seorang atlet yang ingin berpindah kewarganegaraan harus memenuhi syarat silsilah yang spesifik. Pemain tersebut harus memiliki orang tua atau kakek dan nenek kandung yang lahir di negara yang ingin dibela, atau memenuhi mekanisme domisili selama lima tahun setelah mencapai usia 18 tahun.
Aturan ini bertujuan menjaga integritas kompetisi internasional agar setiap pemain memiliki hubungan yang cukup dekat dengan negara yang diwakilinya. Garis keturunan buyut tidak diakui oleh otoritas sepak bola dunia sebagai syarat sah untuk perpindahan federasi.
Kasus serupa menimpa Mauresmo Hinoke, penyerang muda yang sempat memikat perhatian publik pada ajang Maurice Revello Tournament 2024. Mantan Manajer Timnas Indonesia U-20, Ahmed Zaki Iskandar, menyatakan bahwa pemain klub TOP Oss tersebut gagal diproses karena kendala yang sama dengan Zandbergen.
Upaya PSSI untuk membawa talenta dari luar negeri dilakukan secara selektif dan hati-hati guna menghindari sanksi administratif dari FIFA. Kegagalan ini memberikan pelajaran bahwa penelusuran silsilah keluarga harus dilakukan secara mendalam sebelum nama pemain diumumkan ke publik.
Selain masalah silsilah, kendala administratif lainnya juga menghambat kehadiran pemain berkelas seperti Jairo Riedewald. Mantan penggawa Ajax Amsterdam dan Crystal Palace ini sebenarnya memiliki keinginan untuk memperkuat Indonesia, namun dokumen pendukung yang dibutuhkan masih belum lengkap.
Mantan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa federasi tidak akan memaksakan pengajuan berkas jika bukti administrasi belum valid secara hukum. PSSI memilih untuk menunda proses tersebut daripada menghadapi penolakan resmi dari FIFA yang bisa merugikan kredibilitas federasi di mata internasional.
Situasi ini kian rumit bagi Riedewald karena dirinya tercatat pernah tampil dalam tiga pertandingan bersama tim senior Belanda pada ajang Kualifikasi Piala Eropa 2016. Pengalaman membela tim nasional negara lain memerlukan proses perpindahan federasi yang sangat ketat dan memakan waktu panjang.
Ke depan, PSSI menyatakan akan terus memantau talenta diaspora yang memenuhi syarat hukum agar tidak kembali menemui jalan buntu dalam proses naturalisasi. Fokus federasi kini adalah memperkuat basis pemain yang benar-benar memiliki bukti silsilah sesuai dengan regulasi FIFA yang berlaku saat ini.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor










