
Juventus akhirnya memberikan kepastian mengenai kondisi kesehatan Francisco Conceicao setelah pemain sayap tersebut mengalami cedera saat berlaga melawan Lazio.
Pemain asal Portugal itu mengalami dislokasi bahu kiri dalam pertandingan yang berakhir dengan kekalahan 0-3 di Allianz Stadium pada Minggu (18/10/2026).
Klub berjulukan Bianconeri tersebut menyatakan secara resmi bahwa Conceicao tidak perlu menjalani prosedur operasi. Sebagai gantinya, tim medis memilih jalur terapi konservatif untuk membantu pemulihan bahu pemain tersebut.
Setelah menjalani pemeriksaan diagnostik intensif di JMedical pada Senin (19/10/2026), tim dokter mengonfirmasi terjadinya dislokasi glenohumeral. Kondisi ini merujuk pada situasi di mana tulang lengan atas keluar dari soket sendi bahu, namun untungnya telah dikembalikan ke posisi semula sesaat setelah insiden terjadi.
Langkah rehabilitasi kini menjadi fokus utama bagi staf medis Juventus.
Pilihan terapi konservatif ini dianggap sebagai keputusan yang lebih aman guna meminimalisir risiko jangka panjang bagi karier atletik Conceicao. Pendekatan ini berbeda dengan kasus pemain lain seperti Mohamed Ali Zoma yang baru-baru ini memerlukan tindakan pembedahan untuk cedera serupa.
Meskipun operasi dapat dihindari, Conceicao tetap harus menepi dari lapangan hijau untuk waktu yang belum ditentukan. Laporan dari berbagai media olahraga di Italia memprediksi bahwa sang pemain baru bisa kembali beraksi setelah jeda internasional pada November mendatang.
Absennya Conceicao tentu memberikan tantangan tersendiri bagi kedalaman skuad Juventus yang saat ini tengah menghadapi jadwal pertandingan yang sangat padat. Mereka harus segera menyiapkan alternatif di lini sayap untuk menjaga performa tim tetap stabil.
Setidaknya ada sejumlah laga krusial di Serie A yang berpotensi dilewatkan oleh pemain muda ini, termasuk pertemuan melawan Genoa, Napoli, hingga Fiorentina. Situasi serupa juga berlaku di kompetisi Eropa, di mana Juventus harus bertarung menghadapi Rennes dan AZ Alkmaar tanpa diperkuat Conceicao.
Pihak klub kini terus memantau perkembangan fisik sang pemain selama proses rehabilitasi berlangsung. Kecepatan pemulihan akan sangat bergantung pada respons tubuh Conceicao terhadap terapi yang diberikan.
Manajemen Juventus berharap bahwa dengan tidak adanya tindakan bedah, proses pemulihan bisa berjalan lebih efektif. Hal ini bertujuan agar Conceicao dapat kembali merumput tanpa memiliki risiko cedera berulang yang dapat mengganggu performa teknisnya di masa depan.
Dalam dunia sepak bola profesional, cedera bahu memang menjadi salah satu tantangan fisik yang menuntut penanganan sangat hati-hati. Kehilangan sosok pemain sayap dalam periode panjang seperti ini memang selalu menjadi ujian berat bagi pelatih dalam meramu strategi di setiap pertandingan domestik maupun kontinental.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor