
Penyerang andalan Timnas Inggris, Harry Kane, kembali mencuat sebagai kandidat kuat peraih Ballon d'Or 2026 setelah menunjukkan performa impresif di panggung internasional maupun level klub.
Mantan kiper Tottenham Hotspur dan tim nasional Inggris, Paul Robinson, secara terbuka menyatakan bahwa kegagalan Kane meraih penghargaan individu paling bergengsi tersebut adalah sebuah anomali besar. Baginya, statistik yang ditorehkan sang striker sudah berada di level yang sulit disamai oleh pemain lain di dunia saat ini.
Dukungan tersebut muncul pasca kemenangan telak Inggris atas Republik Ceko dengan skor 3-0 dalam ajang UEFA Nations League di Stadion Wembley. Dalam laga tersebut, Kane mencetak dua gol krusial sekaligus menyamai rekor Peter Shilton sebagai pemain dengan penampilan terbanyak untuk The Three Lions, yakni sebanyak 125 kali.
Bagi pembaca yang belum familiar, UEFA Nations League adalah turnamen sepak bola antarnegara Eropa yang berfungsi menggantikan laga uji coba internasional untuk meningkatkan level kompetisi. Rekor 125 penampilan milik Shilton merupakan standar tertinggi kesetiaan dan konsistensi seorang pemain bagi timnas Inggris selama puluhan tahun.
Robinson menekankan produktivitas Kane selama berseragam Bayern Munchen di Bundesliga, liga utama Jerman, sebagai bukti nyata kualitasnya. Pemain berusia tersebut tercatat mengemas 101 gol hanya dalam 98 penampilan, yang menjadikannya pemain tercepat mencapai angka 100 gol di kompetisi domestik Jerman tersebut.
Dunia sepak bola pun kini menyoroti ketajaman Kane yang harus bersaing dengan nama besar lain seperti Kylian Mbappe dan bintang muda Lamine Yamal dalam perebutan trofi bola emas tahun ini. Meski persaingan dinilai sengit, argumen Robinson terletak pada konsistensi statistik yang konsisten ditunjukkan oleh mantan penyerang Tottenham tersebut di depan gawang lawan.
Jude Bellingham, rekan setim Kane di timnas, bahkan memberikan sanjungan setinggi langit bagi sang kapten. Gelandang Real Madrid ini menganggap Kane sebagai pemain terbaik yang pernah mengenakan seragam tim nasional Inggris berkat kemampuannya dalam membangun serangan, melakukan tekel, hingga eksekusi gol yang tenang.
Bagi Kane, pencapaian individu bukanlah fokus utama dibandingkan kejayaan tim nasional. Ia menuturkan bahwa setiap peluang yang didapat di lapangan harus dimanfaatkan sebaik mungkin, terutama di tengah persaingan ketat dalam skuad Inggris yang terus berevolusi setelah kekalahan di laga pembuka melawan Spanyol.
Kini, publik hanya tinggal menunggu keputusan akhir para pemilih Ballon d'Or terkait siapa yang layak menyandang status pemain terbaik dunia tahun ini. Konsistensi Kane di sisa musim akan menjadi penentu apakah trofi prestisius tersebut akhirnya akan jatuh ke tangannya untuk pertama kali dalam karier profesionalnya.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor