Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Akhiri Kutukan Penalti di GBK

Tim nasional sepak bola Indonesia resmi menjuarai turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menundukkan Thailand lewat drama adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Kemenangan ini sekaligus menghapus catatan buruk selama tiga dekade di mana skuad Garuda selalu kandas dalam babak penalti saat melakoni laga final di stadion tersebut. Skor imbang 2-2 bertahan selama 120 menit sebelum pemenang ditentukan melalui titik putih dengan keunggulan 4-2 untuk Indonesia.
Empat eksekutor Indonesia yaitu Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama sukses menjalankan tugas mereka dengan tenang di hadapan puluhan ribu suporter. Penjaga gawang Emil Audero menjadi pahlawan dengan mementahkan tembakan Nattapong Sayriya setelah sebelumnya tendangan Sarach Yooyen membentur tiang gawang. Prestasi tersebut mengulangi memori manis SEA Games 1991 yang merupakan gelar terakhir Indonesia sebelum memasuki masa puasa gelar yang panjang.
Sejarah mencatat bahwa Stadion Utama Gelora Bung Karno sering kali menghadirkan cerita pahit bagi kegagalan tim nasional dalam adu ketangkasan tendangan dua belas pas.
Rentetan kegagalan tersebut bermula pada final SEA Games 1997 saat Indonesia berhadapan dengan lawan yang sama, yakni Thailand. Meskipun penyerang Kurniawan Dwi Yulianto sempat menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah tertinggal gol Chaichan Kiewsen, keberuntungan tidak memihak tuan rumah.
Indonesia harus merelakan medali emas jatuh ke tangan tim tamu setelah kalah dengan skor penalti 2-4 saat itu. Kekalahan tersebut menjadi awal dari munculnya beban mental bagi para pemain saat menghadapi situasi tekanan tinggi di kandang sendiri. Para penggemar sepak bola nasional kemudian harus menunggu lima tahun berikutnya untuk melihat tim kesayangan mereka kembali menembus partai puncak.
Momen dramatis kembali terjadi di stadion yang sama pada final Piala AFF 2002 yang mempertemukan Indonesia kembali melawan Thailand.
Skuad Garuda yang sempat tertinggal dua gol pada babak pertama menunjukkan daya juang tinggi melalui aksi Yaris Riyadi dan Gendut Doni yang membuat skor menjadi imbang. Gemuruh penonton di Jakarta sempat membangkitkan harapan besar bahwa trofi bergengsi tersebut akan tetap berada di tanah air.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor












