
Tim nasional sepak bola Indonesia berhasil memperbaiki posisi dalam peringkat FIFA setelah menjuarai turnamen FIFA ASEAN Cup 2026.
Skuad asuhan John Herdman mengamankan gelar juara tersebut usai menundukkan Thailand melalui babak adu penalti dengan skor 4,2 setelah bermain imbang 2,2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin malam. Kemenangan ini memberikan suntikan poin yang cukup untuk mengubah posisi Indonesia di tabel peringkat dunia.
Berdasarkan pembaruan data per Selasa pagi pukul 09.00 WIB, tim Garuda kini menempati peringkat ke,117 dunia dengan koleksi 1166,50 poin. Tambahan 3,35 poin diperoleh dari hasil positif melawan Thailand yang secara peringkat berada jauh di atas Indonesia. Capaian ini membuat Indonesia melangkahi Sudan yang kini harus turun ke posisi 118.
Persaingan di papan tengah peringkat FIFA menunjukkan dinamika yang ketat terutama bagi negara-negara di kawasan Afrika dan Asia Tengah.
Di bawah posisi Sudan, terdapat Rwanda dan Togo yang membayangi dengan selisih poin tipis. Sementara itu, Indonesia kini mengincar posisi Kazakhstan di peringkat 116 dan Tanzania yang bertengger di urutan 115.
Keberhasilan meraih trofi di level regional di bawah kepemimpinan John Herdman mencerminkan kemajuan performa yang stabil sepanjang turnamen. Strategi pelatih asal Inggris tersebut dalam menghadapi tekanan di babak adu penalti menjadi faktor penentu kemenangan di hadapan puluhan ribu pendukung tuan rumah. Ketenangan para eksekutor penalti Indonesia memastikan gelar juara tetap berada di Jakarta.
Thailand tetap mengalami kenaikan peringkat meski menelan kekalahan di partai final turnamen ini.
Tim berjuluk Gajah Perang tersebut naik satu tingkat ke posisi 93 dunia dengan total 1251,42 poin. Walaupun poin mereka berkurang 0,85 akibat kekalahan ini, fluktuasi posisi tim lain menguntungkan peringkat Thailand secara keseluruhan.
Pergeseran posisi ini membuat Thailand berhasil menyalip China yang kini merosot ke peringkat 94 dunia. Di bawah China, terdapat tim nasional Guatemala dan Belarusia yang juga bersaing di zona seratus besar. Perubahan posisi dalam daftar peringkat FIFA ini dipengaruhi oleh bobot pertandingan di turnamen resmi konfederasi.
Pertandingan final di Stadion Utama Gelora Bung Karno berjalan sengit sejak menit awal hingga perpanjangan waktu.
Kedua tim saling berbalas gol yang memaksa laga dilanjutkan ke babak adu penalti untuk menentukan pemenang. Dukungan penuh dari suporter di stadion memberikan tekanan psikologis bagi pemain Thailand saat mengeksekusi tendangan dari titik putih.
Peningkatan peringkat ini menjadi modal bagi Indonesia untuk menghadapi kualifikasi turnamen internasional masa depan. John Herdman menyatakan bahwa fokus utama tim adalah menjaga konsistensi permainan dan terus mengumpulkan poin dari pertandingan resmi FIFA. Peringkat yang lebih baik akan membantu Indonesia mendapatkan posisi unggulan yang lebih menguntungkan dalam undian kompetisi mendatang.
Kenaikan satu peringkat mungkin terlihat kecil bagi sebagian pihak, namun di level kompetisi global, setiap poin memiliki pengaruh besar.
Federasi Sepak Bola Seluruh Indonesia terus mengupayakan jadwal pertandingan persahabatan melawan tim dengan peringkat lebih tinggi. Hal ini bertujuan untuk memacu kenaikan posisi Indonesia agar bisa masuk ke jajaran seratus besar dunia dalam waktu dekat.
Analisis poin menunjukkan bahwa kemenangan atas tim dengan koefisien lebih tinggi memberikan dampak besar pada perhitungan akhir peringkat resmi. Indonesia memanfaatkan status turnamen ASEAN Cup yang sudah masuk dalam kalender FIFA untuk memaksimalkan perolehan angka yang tersedia. Kesuksesan ini sekaligus memperlihatkan dominasi sepak bola Indonesia di kawasan Asia Tenggara saat ini.
John Herdman kini memiliki beban untuk mempertahankan tren positif ini pada laga internasional berikutnya.
Kemenangan adu penalti 4,2 atas Thailand menjadi bukti bahwa mentalitas pemain tim nasional telah berkembang pesat. Keberhasilan menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi sejarah baru bagi perkembangan sepak bola tanah air di kancah internasional.
Suporter berharap pencapaian ini bukan sekadar keberhasilan sesaat melainkan awal dari kebangkitan sepak bola nasional secara menyeluruh. Pengaturan jadwal kompetisi liga yang lebih baik juga diharapkan dapat menyokong persiapan tim nasional di masa mendatang. Dengan dukungan infrastruktur stadion yang memadai, Indonesia siap bersaing lebih jauh di level Asia.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor