
Tim Nasional Indonesia memastikan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menundukkan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Senin malam. Kemenangan ini diraih melalui drama adu penalti setelah kedua tim bermain imbang hingga babak tambahan waktu selesai.
Keberhasilan skuad asuhan pelatih John Herdman dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026 ini tidak lepas dari konsistensi tiga pilar utama yang selalu berada di lapangan. Kevin Diks, Elkan Baggott, dan Joey Pelupessy tercatat sebagai pemain yang tidak tergantikan dalam tujuh pertandingan yang dilakoni Indonesia.
Kevin Diks yang menjabat sebagai kapten tim sekaligus bek kanan menunjukkan kualitasnya sebagai pemain Borussia Monchengladbach sepanjang turnamen berlangsung. Kontribusinya terlihat saat ia mampu menjaga kedalaman pertahanan sekaligus aktif membantu serangan dari sisi sayap. Diks bahkan menyumbangkan satu gol saat Indonesia menghadapi Bangladesh pada babak penyisihan grup.
Elkan Baggott menjadi tembok kokoh di jantung pertahanan dengan memanfaatkan keunggulan postur tubuhnya untuk memenangi duel udara. Bek tengah ini memainkan peran vital pada partai puncak melawan Thailand melalui gol penyama kedudukan di babak tambahan waktu. Aksi tersebut memaksa pertandingan berlanjut ke babak adu penalti yang akhirnya dimenangi oleh Indonesia.
Joey Pelupessy melengkapi trio pemain inti yang selalu bermain penuh sebagai gelandang bertahan.
Ia bertugas menjaga keseimbangan lini tengah dan menjadi pemutus serangan lawan sebelum menyentuh barisan pertahanan. Pelatih John Herdman sering memasangkan Pelupessy dengan rekan duet yang berbeda seperti Calvin Verdonk, Thom Haye, atau Ivar Jenner guna memastikan kendali permainan tetap terjaga dalam setiap laga.
Selain tiga nama tersebut, terdapat beberapa pemain lain yang selalu masuk dalam daftar sebelas pertama namun tidak bermain penuh hingga akhir laga final.
Justin Hubner, Calvin Verdonk, dan Ole Romeny merupakan nama yang selalu menjadi pilihan utama pelatih sejak menit awal pertandingan. Akan tetapi, mereka ditarik keluar lapangan saat laga melawan Thailand memasuki fase kritis menjelang akhir pertandingan untuk penyegaran strategi.
Sektor penjaga gawang juga menampilkan dinamika yang menarik perhatian para pengamat sepak bola sepanjang turnamen ini berlangsung.
Maarten Paes yang bermain pada dua laga awal melawan Singapura dan Malaysia sukses mencatatkan rekor tanpa kebobolan sama sekali. Namun, posisi penjaga gawang utama kemudian beralih kepada Emil Audero yang mengawal gawang Indonesia sejak pertandingan melawan Bangladesh hingga laga final.
Meskipun Emil Audero kebobolan empat gol selama penampilannya, kiper asal klub Rayo Vallecano ini menjadi pahlawan kemenangan di babak adu penalti. Ia berhasil menepis tendangan penalti dari pemain Thailand, Nattapong Sayriya, yang memastikan trofi juara tetap berada di Jakarta.
Kemenangan di FIFA ASEAN Cup 2026 ini memberikan dampak bagi posisi Indonesia dalam peringkat dunia FIFA. Keberhasilan mempertahankan komposisi pemain belakang menunjukkan bahwa John Herdman sangat mengandalkan koordinasi pertahanan yang mapan untuk menghadapi tekanan tim-tim Asia Tenggara. Stabilitas ini terlihat dari bagaimana Kevin Diks dan Elkan Baggott saling mengisi ruang saat lawan mencoba melakukan serangan balik cepat.
Strategi rotasi yang dilakukan Herdman hanya menyentuh sektor penjaga gawang dan penyerang sayap.
Poros tengah yang diisi oleh Pelupessy dianggap sebagai jantung permainan yang terlalu berisiko untuk diubah di tengah kompetisi yang padat. Keberanian sang pelatih untuk memercayakan Emil Audero di bawah mistar gawang pada laga yang menentukan juga membuahkan hasil yang sepadan dengan raihan gelar juara.
Turnamen ini menjadi bukti kemajuan program pembinaan pemain yang dilakukan oleh federasi sepak bola nasional dalam beberapa tahun terakhir.
Dukungan penuh dari puluhan ribu suporter di Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi penutup bagi perjalanan panjang Tim Nasional Indonesia sepanjang tahun 2026. Fokus tim kini akan beralih ke kualifikasi turnamen yang lebih besar dengan modal kepercayaan diri tinggi sebagai pemegang takhta sepak bola Asia Tenggara.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor