Jadwal Padat Persib Bandung di Oktober 2026 dan Keluhan Thom Haye Soal Fasilitas

Jadwal pertandingan yang sangat padat menghantui Persib Bandung sepanjang Oktober 2026.
Maung Bandung dipaksa melakoni lima laga dalam kurun waktu hanya 14 hari, yang mencakup kompetisi domestik Super League serta ajang internasional AFC Champions League Two atau ACL Two.
Kepadatan agenda ini memicu kritik keras dari gelandang andalan Persib, Thom Haye. Pemain tim nasional Indonesia tersebut merasa kebugaran rekan-rekannya terancam karena minimnya waktu pemulihan dan kurangnya fasilitas pendukung yang memadai di tengah beban pertandingan yang kian berat.
Rangkaian laga ini dibuka saat Persib menjamu klub asal Vietnam, The Cong Viettel FC, dalam laga Grup E ACL Two di Stadion Si Jalak Harupat pada Rabu, 14 Oktober 2026. Persib datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatatkan kemenangan 1-0 atas FC Seoul pada laga perdana yang membawa mereka ke posisi puncak klasemen sementara.
Namun, ritme istirahat yang tidak ideal langsung mengintai Bojan Hodak dan anak asuhnya. Hanya berselang empat hari, mereka harus segera bertransisi kembali ke panggung domestik dengan menghadapi Persik Kediri di kompetisi Super League pada Minggu, 18 Oktober 2026.
Belum sempat memulihkan stamina sepenuhnya, para pemain harus menempuh perjalanan tandang ke markas Madura United pada Kamis, 22 Oktober 2026. Intensitas tinggi ini berlanjut saat Persib kembali melakoni laga tandang melawan Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Cibinong, pada Minggu, 25 Oktober 2026.
Tantangan belum usai di sana. Konsentrasi pemain harus segera dialihkan kembali ke level Asia dengan menjamu wakil Australia, Melbourne Victory, di Stadion Si Jalak Harupat pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Menurut Haye, beban kerja tim tahun ini meningkat drastis akibat keikutsertaan klub dalam Shopee Cup atau ASEAN Club Championship. Kompetisi antarklub Asia Tenggara ini merupakan turnamen tambahan yang memperbanyak frekuensi pertandingan klub-klub di kawasan tersebut.
Ironisnya, penambahan turnamen ini tidak dibarengi dengan peningkatan standar fasilitas pemulihan bagi para pemain. Haye menyoroti bahwa timnya bahkan kesulitan mendapatkan akses markas yang konsisten, sehingga mereka harus sering bepergian jauh tanpa dukungan infrastruktur yang memadai untuk menjaga kondisi fisik.
Keluhan ini mencerminkan keresahan mendalam mengenai manajemen jadwal sepak bola profesional yang semakin menuntut secara fisik. Tanpa adanya sinkronisasi yang baik antara jadwal kompetisi dan dukungan fasilitas pemulihan, pemain berisiko mengalami cedera panjang yang merugikan karier mereka di masa depan.
Kondisi ini menuntut tim pelatih untuk melakukan rotasi pemain secara cerdas demi menjaga konsistensi performa di dua panggung besar. Jika persoalan fasilitas ini tidak segera dibenahi, Persib berisiko kehilangan poin krusial di sisa musim 2026 yang kian kompetitif.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor












