
Persib Bandung mengincar kemenangan kedua di Grup E AFC Champions League Two 2026/2027 saat menjamu wakil Vietnam, The Cong-Viettel FC. Konfederasi Sepak Bola Asia atau AFC menilai klub berjuluk Maung Bandung ini memiliki peluang besar untuk mempertahankan tren positif setelah hasil impresif pada laga perdana.
Pertandingan dijadwalkan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, pada Rabu malam pukul 19.15 WIB.
Skuad asuhan Igor Tolic saat ini berada dalam kepercayaan diri tinggi menyusul kemenangan tipis atas FC Seoul. Gol tunggal dari Julio Cesar pada menit kelima di markas klub asal Korea Selatan itu menjadi kejutan besar di kancah sepak bola Asia. Persib berhasil membawa pulang tiga poin penuh dari Seoul yang menempatkan mereka di puncak klasemen sementara Grup E.
Kemenangan di laga tandang tersebut membuktikan bahwa klub asal Indonesia mampu bersaing dengan tim-tim mapan dari liga elit seperti K League di Korea Selatan. AFC secara khusus menyoroti ketangguhan lini pertahanan Maung Bandung yang mampu menjaga keunggulan hingga peluit akhir pertandingan dibunyikan.
"Gol Julio Cesar pada menit kelima terbukti cukup bagi Persib untuk meraih poin; tim Indonesia ini merasa kemenangan kedua sangat mungkin diraih melawan rival ASEAN, The Cong-Viettel FC," tulis AFC dalam ulasan resminya.
Sebaliknya, The Cong-Viettel FC datang ke Bandung dengan modal satu poin setelah hanya mampu bermain imbang melawan Melbourne Victory. Tim asal Vietnam tersebut sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Clerismario Santos pada babak kedua sebelum akhirnya menyamakan kedudukan lewat Lucas Ribamar. Hasil imbang di kandang sendiri itu menunjukkan adanya celah di lini pertahanan Viettel yang bisa dimanfaatkan oleh lini serang Persib.
Laga melawan wakil Vietnam selalu menyajikan tensi tinggi mengingat rivalitas panjang antara klub dari kedua negara di level Asia Tenggara. Igor Tolic diprediksi akan tetap mengandalkan kedisiplinan taktis yang menjadi kunci keberhasilan mereka saat menumbangkan wakil Korea Selatan bulan lalu.
Kehadiran ribuan Bobotoh di Stadion Si Jalak Harupat dipastikan akan menjadi tekanan mental tersendiri bagi para pemain Viettel FC sepanjang pertandingan.
Pihak manajemen Persib berharap dukungan penuh suporter dapat memotivasi tim untuk mengunci posisi di puncak klasemen Grup E lebih awal. Jika kembali berhasil meraih poin penuh, langkah Persib menuju babak gugur akan semakin terbuka lebar karena mereka sudah mengantongi modal enam poin. Catatan sejarah menunjukkan bahwa konsistensi di laga kandang menjadi faktor penentu kesuksesan tim-tim asal Indonesia saat berlaga di turnamen regional Asia.
Viettel FC sendiri dikenal memiliki permainan kolektif yang rapi dan skema serangan balik cepat yang patut diwaspadai oleh Nick Kuipers dan kawan-kawan. Fokus penuh selama sembilan puluh menit diperlukan agar kejadian gol balasan cepat seperti yang dialami oleh Melbourne Victory tidak terulang di Bandung.
Pertemuan ini merupakan ajang pembuktian dominasi klub Indonesia atas rival regional mereka di panggung bergengsi tingkat benua.
AFC Champions League Two merupakan kompetisi kasta kedua antarklub Asia yang mempertemukan tim-tim terbaik dari liga-liga di negara berkembang. Bagi Persib, turnamen ini adalah kesempatan emas untuk meningkatkan koefisien poin klub di peringkat AFC guna mendapatkan posisi yang lebih baik di musim mendatang. Selain soal gengsi, kemenangan di ajang internasional juga memberikan dampak ekonomi yang positif bagi perkembangan industri sepak bola nasional secara keseluruhan.
Persiapan matang telah dilakukan tim pelatih dengan menganalisis rekaman pertandingan terakhir Viettel saat menghadapi klub asal Australia. Igor Tolic menekankan pentingnya efektivitas dalam penyelesaian akhir agar peluang yang tercipta tidak terbuang sia-sia di depan gawang lawan.
Seluruh pemain inti Persib dilaporkan dalam kondisi bugar dan siap diturunkan untuk mengamankan poin penuh di kandang sendiri.
Maung Bandung diprediksi akan bermain menekan sejak awal laga untuk mengejar gol cepat sebagaimana yang mereka lakukan di Korea Selatan. Strategi ini dianggap efektif untuk merusak konsentrasi lawan yang biasanya butuh waktu untuk beradaptasi dengan atmosfer stadion. Kemenangan pada laga ini akan mengukuhkan posisi Persib sebagai salah satu kuda hitam paling berbahaya di kompetisi Asia musim ini.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor