Zlatan Ibrahimovic Jagokan Lamine Yamal Sabet Gelar Ballon d'Or 2026

Legenda sepak bola asal Swedia, Zlatan Ibrahimovic, secara terbuka menyatakan dukungannya kepada bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, untuk meraih Ballon d'Or 2026. Penyerang yang pernah malang melintang di berbagai klub besar Eropa ini menganggap pemain berusia 19 tahun tersebut layak mendapatkan penghargaan individu paling bergengsi tersebut.
Pernyataan ini dilontarkan Ibrahimovic saat menghadiri acara peluncuran FC27 di New York. Ia menilai bahwa Yamal adalah pemain dengan kemampuan spesial yang mampu menciptakan peluang bahkan saat dikawal ketat oleh beberapa pemain lawan.
Pengumuman pemenang Ballon d'Or 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung di London pada 26 Oktober 2026 mendatang. Nama Yamal kini bersanding dengan para pemain papan atas lainnya, termasuk Harry Kane, Ousmane Dembele, hingga Kylian Mbappe.
Dukungan serupa juga datang dari mantan striker Barcelona lainnya, Samuel Eto'o. Pemain asal Kamerun tersebut menyebut Yamal sebagai sosok jenius yang berani dan memiliki bakat luar biasa di lapangan hijau.
Selain Ballon d'Or, Yamal juga masuk dalam nominasi Kopa Trophy, penghargaan yang dikhususkan bagi pemain muda terbaik di dunia. Jika berhasil membawa pulang keduanya, ia akan mencatatkan sejarah sebagai pemain pertama yang memenangkan Ballon d'Or dan Kopa Trophy dalam edisi yang sama.
Persaingan menuju malam penganugerahan semakin memanas seiring dengan komentar para kandidat. Kylian Mbappe, yang juga menjadi pesaing berat, secara terbuka mengakui ambisinya untuk meraih gelar tersebut meskipun ada perdebatan mengenai raihan trofi kolektif sepanjang musim.
Ballon d'Or merupakan penghargaan tahunan dari majalah France Football untuk pemain terbaik dunia. Penghargaan ini menjadi impian bagi hampir seluruh pesepak bola profesional karena mengakui keunggulan individu di level tertinggi.
Yamal sendiri menanggapi persaingan ini dengan penuh kepercayaan diri. Ia sempat menyatakan bahwa dirinya dan Mbappe adalah pemain terbaik dunia saat ini berdasarkan performa yang ditampilkan sepanjang tahun.
Kepercayaan diri Yamal tentu beralasan mengingat kontribusinya bagi Barcelona dan tim nasional Spanyol. Pujian dari tokoh sekaliber Ibrahimovic dan Eto'o memberikan tekanan sekaligus validasi atas kualitas permainannya di usia yang masih sangat belia.
Malam penganugerahan di London nanti diprediksi akan menjadi salah satu momen paling dinanti dalam kalender sepak bola dunia. Semua mata kini tertuju pada bagaimana juri akan menilai performa individu di tengah ketatnya persaingan antarbintang sepak bola.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5334613/original/006699400_1756722926-000_72YW3RF.jpg)








