
Jarell Quansah masih menyimpan ingatan mendalam mengenai kartu merah yang diterimanya saat membela tim nasional Inggris pada ajang Piala Dunia 2026.
Bek serbabisa tersebut harus meninggalkan lapangan lebih awal saat laga babak 16 besar melawan Meksiko di Estadio Azteca. Keputusan wasit memberikan kartu merah bagi pemain berusia 23 tahun itu diambil setelah melakukan tinjauan melalui teknologi Video Assistant Referee atau VAR pada awal babak kedua.
Kejadian tersebut tentu menciptakan beban mental tersendiri bagi Quansah. Ia terpaksa menyaksikan rekan-rekannya berjuang mati-matian dari ruang ganti untuk mengamankan kemenangan dramatis 3-2 atas tuan rumah Meksiko.
Quansah mengakui dirinya terlalu bersemangat saat melakukan tekel sehingga situasi di lapangan menjadi tidak terkendali. Ia menyebut pengalaman tersebut sebagai momen yang mengerikan dalam karier sepak bolanya sejauh ini.
Hukuman larangan bermain sebanyak dua pertandingan yang dijatuhkan FIFA semakin memperberat kondisi psikologisnya. Absennya Quansah membuat dirinya harus melewatkan fase krusial sebelum akhirnya kembali tampil pada perebutan tempat ketiga melawan Prancis.
Meskipun demikian, pemain yang kini memperkuat Bayer Leverkusen itu tidak ingin larut dalam penyesalan berkepanjangan. Ia memandang insiden itu sebagai bagian dari proses pendewasaan diri sebagai pesepak bola profesional.
Kepercayaan penuh dari pelatih Thomas Tuchel pasca-Piala Dunia menjadi bukti kebangkitan sang pemain. Quansah kini kembali tampil solid dengan menempati berbagai posisi di lini pertahanan Inggris, mulai dari bek kanan hingga bek tengah.
Pengalaman bermain di berbagai posisi memberikan dimensi baru bagi permainan tim nasional Inggris. Posisi bek tengah kini menjadi peran yang paling dinikmati oleh Quansah karena ia telah mendalaminya sejak usia dini.
Perubahan posisi ini juga memberi ruang bagi Trent Alexander-Arnold untuk kembali menempati sektor bek kanan. Quansah berpendapat bahwa keberagaman karakter pemain menjadi keunggulan tersendiri bagi taktik tim nasional Inggris.
Setiap lawan yang berbeda memang menuntut profil pemain yang bervariasi di atas lapangan. Kualitas umpan dari Alexander-Arnold dipadukan dengan daya jelajah Quansah menjadi senjata baru bagi Inggris dalam mengarungi kompetisi internasional.
Inggris sendiri kini sedang berada dalam tren positif di ajang UEFA Nations League. Mereka mencatatkan tiga kemenangan beruntun setelah sempat mengalami kekalahan dari Spanyol yang saat ini menyandang status sebagai juara dunia.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor