Liga Champions: Duel Guru dan Murid dalam Laga Real Madrid Vs Inter Milan

Stadion Santiago Bernabeu akan menjadi saksi bisu pertemuan dua raksasa Eropa, Real Madrid dan Inter Milan, pada laga perdana fase liga Liga Champions musim 2026/2027.
Jose Mourinho, sosok yang kini menukangi Real Madrid, akan menghadapi mantan anak asuhnya di Inter Milan, Cristian Chivu. Pertandingan ini sarat akan nuansa nostalgia bagi Mourinho yang pernah mempersembahkan gelar juara bagi Inter di stadion yang sama pada 2010 silam.
Bagi kedua tim, laga ini merupakan ajang pembuktian setelah performa kurang memuaskan di kompetisi Eropa musim lalu. Real Madrid tersingkir di perempat final oleh Bayern Munchen, sementara Inter Milan harus menelan pil pahit usai dikalahkan tim kuda hitam Bodo/Glimt di babak playoff.
Mourinho membawa misi membawa gelar ke-16 untuk Los Blancos di tengah tekanan publik domestik yang sempat kecewa menyusul kekalahan 0-1 dari Real Betis pekan lalu. Saat itu, eksekusi penalti Kylian Mbappe yang gagal dan gaya bermain yang terlalu individualistis menjadi sorotan tajam berbagai pihak.
Di sisi berlawanan, Cristian Chivu datang dengan catatan domestik yang impresif di Italia setelah meraih gelar juara ganda Serie A dan Coppa Italia. Meskipun dominan di kancah lokal, tantangan berat menanti Inter karena mereka belum pernah menaklukkan Real Madrid dalam kurun waktu yang cukup lama.
Inter tercatat menderita empat kekalahan beruntun melawan Madrid dan gagal mencetak gol dalam tiga pertandingan di antaranya. Kemenangan terakhir Inter atas Madrid di kompetisi Eropa terjadi cukup lama, yakni pada tahun 1998 dengan skor 3-1.
Catatan tandang Inter ke Spanyol pun tidak bisa dibilang mentereng. Mereka belum pernah meraih kemenangan dalam 13 lawatan terakhir ke markas klub asal Spanyol sejak terakhir kali menang atas Valencia pada musim 2004/2005.
Meski memiliki catatan buruk, Inter datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatatkan hasil sempurna di awal musim Serie A. Mereka baru saja memenangkan laga dramatis kontra Napoli dengan skor 3-2 lewat gol penentu Lautaro Martinez di masa tambahan waktu.
Real Madrid diprediksi akan turun dengan formasi 4-2-3-1 mengandalkan ketajaman Mbappe dan kreativitas Bellingham di lini tengah. Sementara itu, Cristian Chivu diperkirakan akan menjawabnya melalui skema 3-5-2 yang mengandalkan fleksibilitas Dimarco dan Barella untuk memutus aliran bola lawan.
Meskipun lini pertahanan Inter tidak sekuat era kejayaan masa lalu, mereka memiliki peluang untuk mencuri poin jika mampu memanfaatkan absennya beberapa gelandang pilar Madrid. Pertandingan ini diprediksi akan berjalan terbuka karena kedua pelatih dikenal memiliki filosofi sepak bola yang mengedepankan serangan.
Para pendukung di Bernabeu tentu mengharapkan kemenangan untuk menjaga tradisi apik Madrid yang mampu memenangkan 17 dari 19 laga pembuka terakhir mereka di Liga Champions. Laga ini bukan hanya soal taktik, melainkan tentang adu gengsi antara sang mentor dan murid yang kini berdiri di garis depan pertempuran Eropa.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor











:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8136733/original/051094900_1780988834-Michel_Platini.jpg)