Manchester United Raih Hasil Minor, Michael Carrick Ulangi Catatan Buruk 2014

Manchester United hanya mampu bermain imbang 1-1 saat melawat ke markas Fulham di Craven Cottage pada laga pekan kelima Premier League, Minggu (20/9/2026).
Hasil ini memastikan skuad asuhan Michael Carrick hanya mengoleksi lima poin dari lima pertandingan awal musim ini. Matheus Cunha menjadi sosok penyelamat tim tamu melalui gol penyama kedudukan yang tercipta pada menit-menit akhir pertandingan.
Perolehan lima poin dari lima laga pertama mencatatkan sejarah baru bagi klub. Manchester United kini menyamai start terburuk mereka sejak musim 2014/2015 saat masih ditangani oleh Louis van Gaal.
Catatan tersebut memberikan tekanan besar bagi Carrick. Meski terhindar dari kekalahan di Craven Cottage, performa tim sepanjang awal musim ini dinilai jauh dari ekspektasi manajemen maupun suporter.
Kondisi ini diperparah oleh inkonsistensi yang ditunjukkan tim dalam beberapa laga sebelumnya. Kekalahan dari tim promosi Hull City serta kegagalan mengamankan angka penuh saat menghadapi sepuluh pemain Manchester City menjadi catatan hitam bagi skuad Setan Merah.
Bahkan, kemenangan telak 5-2 atas Ipswich Town pada akhir Agustus lalu dianggap tidak cukup meyakinkan. Banyak pengamat menilai bahwa hasil besar tersebut lebih disebabkan oleh kelalaian lawan dalam memanfaatkan peluang emas di depan gawang.
Fulham, yang sebelum laga ini menempati dasar klasemen, justru mampu menunjukkan perlawanan sengit. Mereka tampil kompetitif dan memaksa Manchester United bekerja keras sepanjang 90 menit pertandingan.
Saat ini, Manchester United tertinggal empat poin dari posisi lima besar klasemen sementara. Padahal, jadwal lima pertandingan awal dianggap relatif lebih ringan dibandingkan sisa musim yang akan datang.
Kekhawatiran publik kian membuncah menatap rangkaian jadwal berat dalam sepuluh laga Premier League berikutnya. Skuad Carrick dijadwalkan menghadapi tim-tim tangguh seperti Tottenham Hotspur, Chelsea, Liverpool, hingga Arsenal.
Beban kerja Carrick akan berlipat ganda karena tim juga harus berkompetisi di Liga Champions. Rotasi pemain dan manajemen kebugaran akan menjadi kunci krusial untuk menghadapi padatnya jadwal tersebut.
Sejumlah celah di berbagai posisi pemain saat ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi staf pelatih. Kualitas pemain yang turun sebagai starter dianggap belum mampu memberikan stabilitas permainan yang diinginkan di level kompetisi tertinggi.
Waktu yang tersisa sebelum musim dingin harus dimanfaatkan secara efektif oleh Carrick. Jika perbaikan performa tidak segera terealisasi, bukan tidak mungkin Manchester United akan terjerumus ke dalam periode hasil negatif yang lebih panjang.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor













