Rumor Panas: Timnas Malaysia Lirik Hajime Moriyasu, Pelatih Berpengalaman Piala Dunia dari Jepang

Tim Nasional Malaysia dikabarkan tengah mengincar Hajime Moriyasu, pelatih sukses Timnas Jepang, untuk mengisi posisi juru taktik Harimau Malaya. Spekulasi ini muncul di tengah kebutuhan Malaysia akan pelatih permanen pasca-mundurnya Peter Cklamovski pada Juni lalu.
Kabar mengenai ketertarikan terhadap Moriyasu pertama kali dihembuskan oleh beberapa media di Malaysia, termasuk New Straits Times (NST). Laporan-laporan tersebut mengklaim bahwa Moriyasu masuk dalam daftar kandidat utama untuk menakhodai skuad berjuluk Harimau Malaya.
Moriyasu sendiri disebut-sebut sedang mencari tantangan baru di luar Jepang. Kontraknya bersama Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) akan berakhir setelah gelaran Piala Asia 2027 di Arab Saudi, membuka peluang baginya untuk melatih di kancah internasional lain.
Meski demikian, belum ada konfirmasi resmi dari Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) terkait pendekatan terhadap pelatih berusia 55 tahun itu. Pihak FAM masih cenderung tertutup mengenai proses pemilihan pelatih baru.
Presiden FAM, Datuk Ab Ghani Hassan, pada Selasa (13/10/2026), menegaskan bahwa pihaknya belum melakukan pembahasan mendalam mengenai pelatih permanen Malaysia. Saat ini, Tan Cheng Hoe menjabat sebagai pelatih interim.
“Belum ada langkah konkret dari pihak FAM. Kami akan membahas persoalan ini secara mendalam,” ujar Ghani, menggarisbawahi bahwa pencarian pelatih masih dalam tahap awal dan belum ada keputusan final.
Rekam jejak Moriyasu bersama Timnas Jepang sangat impresif. Ia telah menangani Samurai Biru sejak Agustus 2018, memimpin tim dalam dua edisi Piala Dunia, yaitu pada tahun 2022 dan yang akan datang pada tahun 2026. Pengalaman di panggung sepak bola tertinggi dunia ini menjadi salah satu nilai jual utama Moriyasu.
Jika Moriyasu benar-benar bergabung dengan Malaysia, ini akan menambah daftar pelatih berkaliber Piala Dunia yang berkarier di Asia Tenggara. Tren ini sebelumnya terlihat dengan kedatangan John Herdman, yang kini menakhodai Timnas Indonesia.
Sebelum Herdman, Indonesia juga sempat diperkuat pelatih dengan predikat Piala Dunia lainnya, yakni Shin Tae-yong, yang memimpin skuad Garuda selama lima tahun dari 2020 hingga 2025. Kehadiran pelatih-pelatih top ini menunjukkan ambisi tinggi federasi sepak bola di kawasan ASEAN untuk meningkatkan kualitas tim nasional mereka.
Ketertarikan Malaysia terhadap Moriyasu mencerminkan ambisi Harimau Malaya untuk mencapai level yang lebih tinggi di kancah Asia. Keahlian taktis dan pengalaman Moriyasu dalam menghadapi turnamen besar diyakini dapat membawa perubahan signifikan bagi sepak bola Malaysia, baik dalam pengembangan pemain maupun strategi tim.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373967/original/020681900_1792025561-erling.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373997/original/047930700_1792029216-barcola.jpg)




