Janji Gianni Infantino untuk Kenaikan Pendanaan Anggota FIFA Jelang Pemilihan 2027

Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan kesiapan untuk mendukung kenaikan pendanaan bagi 211 asosiasi anggota jelang pemilihan presiden FIFA yang akan digelar pada Maret 2027. Dewan FIFA dijadwalkan membahas usulan pembayaran tambahan tersebut dalam pertemuan pada 15 Oktober 2026.
Isu mengenai alokasi dana kembali menjadi topik hangat setelah Infantino memastikan langkahnya untuk mencalonkan diri kembali. Dukungan ini dianggap sebagai respons atas dinamika internal yang melibatkan berbagai konfederasi sepak bola dunia.
Sebelumnya, Presiden UEFA Aleksander Ceferin dan Presiden CONCACAF Victor Montagliani mengusulkan agar setiap asosiasi anggota menerima sedikitnya USD 10 juta (sekitar Rp157 miliar) pada siklus 2027–2030. Usulan tersebut memanfaatkan cadangan dana FIFA yang saat ini mencapai sekitar USD 6 miliar (sekitar Rp94 triliun).
Dana cadangan yang besar ini memberikan ruang bagi FIFA untuk melakukan injeksi modal lebih luas demi pengembangan sepak bola global. Infantino secara tegas menyebut bahwa uang FIFA adalah hak milik seluruh anggota yang harus dikelola dengan tepat.
Langkah ini menindaklanjuti program FIFA Forward 3.0 yang diluncurkan pada awal 2023. Program tersebut berhasil menaikkan investasi pengembangan sebesar 30 persen melalui perbaikan tata kelola keuangan yang telah diterapkan sejak 2016.
Sebelumnya, sempat muncul rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise yang ditujukan untuk mengelola aspek komersial FIFA secara mandiri. Namun, rencana tersebut ditarik kembali oleh Infantino setelah menuai kritik keras terkait potensi komersialisasi berlebih dari pihak UEFA dan CONCACAF.
Kini, fokus dialihkan pada pencarian jalur non-komersial untuk meningkatkan nilai bantuan bagi setiap asosiasi. Pendekatan ini diharapkan mampu meredam perpecahan dan menjaga persatuan di antara seluruh federasi anggota FIFA di berbagai belahan dunia.
Setiap keputusan terkait pendanaan tambahan wajib melalui prosedur pemeriksaan keuangan yang ketat dan transparan. Akuntabilitas menjadi prasyarat utama sebelum dana tersebut benar-benar digelontorkan kepada masing-masing asosiasi anggota.
Pertemuan Dewan FIFA pada pertengahan Oktober 2026 akan menjadi penentu kebijakan masa depan. Hasil dari diskusi tersebut bakal memengaruhi peta kekuatan finansial sepak bola dunia hingga siklus 2030 mendatang.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351094/original/086316900_1789639759-ramos.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361384/original/091034900_1790716812-inggris.jpg)








