Audible Hadirkan Fitur AI Baru untuk Interaksi Karakter dalam Buku Audio

Audible meluncurkan fitur baru berbasis kecerdasan buatan atau AI guna memperkaya pengalaman pendengar buku audio. Langkah ini diambil perusahaan milik Amazon tersebut untuk menghadapi persaingan pasar yang kian ketat dengan Spotify.
Perusahaan memperkenalkan tiga fitur utama yang memungkinkan pengguna menjelajahi karakter, mengikuti cerita interaktif, serta melihat informasi visual tambahan. Fitur ini dirancang untuk menjawab tantangan pendengar yang sering kesulitan melacak alur cerita saat hanya mendengarkan narasi.
Fitur panduan karakter akan hadir perdana dalam produksi Audible Original berjudul Dracula yang dirilis pada 1 Oktober. Audible Original adalah label untuk konten yang diproduksi secara eksklusif oleh studio internal Audible sendiri, bukan sekadar karya orisinal yang baru ditulis.
Pada buku audio Dracula, panduan tersebut menampilkan daftar karakter secara real time di halaman pemutar. Pengguna tidak perlu khawatir akan bocoran alur cerita karena kartu karakter yang disediakan hanya memuat profil narator dan latar belakang tokoh.
Fitur interaktif lainnya memungkinkan pendengar berbicara langsung dengan karakter buku melalui bantuan teknologi AI generatif. Dalam buku Dracula, pendengar dapat berinteraksi dengan sosok Renfield sebagai pelayan drakula yang akan merespons ucapan pengguna secara langsung.
Pengembang menjamin bahwa alur percakapan tetap sesuai dengan visi pencipta karya aslinya. Kreator buku dilibatkan sejak awal agar interaksi pendengar tetap selaras dengan kerangka narasi yang telah ditentukan.
Inovasi ini muncul di tengah pertumbuhan pasar buku audio yang signifikan di Amerika Serikat. Nilai penjualan industri ini mencapai USD 2,43 miliar atau setara Rp37,8 triliun pada tahun 2025.
Faktor mobilitas pengguna dan meningkatnya kesibukan membuat buku audio menjadi pilihan utama bagi banyak orang. Selain itu, pengaruh komunitas BookTok di media sosial TikTok turut mendongkrak minat baca masyarakat terhadap genre fiksi, fiksi ilmiah, dan fantasi romantis atau romantasy.
Chief Content Officer Audible, Rachel Ghiazza, menyatakan bahwa fitur ini membuka peluang baru bagi pendengar untuk masuk lebih dalam ke sebuah cerita. Menurutnya, inovasi ini adalah bagian dari perjalanan panjang perusahaan selama hampir 30 tahun dalam mengembangkan seni bercerita melalui audio.
Saat ini, ketiga fitur tersebut masih dalam tahap uji coba atau beta bagi pengguna tertentu. Perusahaan berencana memperluas ketersediaan fitur ini ke lebih banyak judul buku di masa mendatang guna meningkatkan keterlibatan pengguna.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor










