Bisnis Koneksi Offline: Mantan Pendiri Sukses Beralih ke Solusi Anti-Kesepian

Sejumlah pendiri perusahaan teknologi terkemuka, yang sebelumnya sukses membangun dan menjual perusahaan mereka, kini mengalihkan fokus pada model bisnis yang secara fundamental berbeda: menyatukan orang-orang secara langsung, di dunia nyata. Tren ini muncul sebagai respons terhadap meningkatnya isolasi sosial di era digital.
Dua nama besar di balik pergeseran ini adalah Brynn Putnam dan Tristan Walker. Keduanya telah mencapai impian para pendiri startup, yaitu menciptakan perusahaan yang sangat menarik hingga diakuisisi oleh konglomerat besar. Brynn Putnam, mantan balerina yang mendirikan Mirror, perusahaan kebugaran yang terhubung secara digital, berhasil menjualnya kepada Lululemon seharga USD 500 juta (sekitar Rp8,1 triliun) dalam waktu kurang dari tiga tahun.
Sementara itu, Tristan Walker, alumni Stanford business school yang pernah magang di Twitter, membangun merek perawatan pria populer Walker & Company Brands. Perusahaan ini kemudian diakuisisi oleh Procter & Gamble lima tahun setelah berdiri, dengan nilai yang tidak diungkapkan, namun dilaporkan berkisar antara USD 20 juta hingga USD 40 juta (sekitar Rp325 miliar hingga Rp650 miliar).
Yang menarik, kedua tokoh ini kembali membangun bisnis baru dengan filosofi yang sama: mempertemukan orang secara fisik dalam satu ruangan. Putnam kini menghadirkan Board, sebuah meja layar sentuh berukuran 24 inci yang mengenali potongan permainan fisik serta gerakan, dirancang khusus untuk dimainkan bersama. Konsep ini jauh berbeda dari Mirror yang bersifat individual, mengajak pengguna untuk berinteraksi langsung.








