Ekspansi Robotaxi Waymo Kian Masif berkat Pinjaman Rp79,5 Triliun

Waymo, perusahaan teknologi kendaraan otonom di bawah naungan Alphabet, baru saja mengamankan pinjaman sebesar USD 5 miliar (sekitar Rp79,5 triliun) dari sejumlah investor raksasa. Langkah finansial ini diambil guna mempercepat langkah ekspansi robotaxi Waymo di pasar global dan domestik.
Pendanaan utang perdana ini disokong oleh institusi finansial kelas atas seperti Blackstone dan PIMCO.
Blackstone dan PIMCO merupakan perusahaan manajemen investasi global terkemuka yang mengelola dana ratusan miliar dolar. Kehadiran mereka bersama raksasa keuangan lain seperti Sixth Street, Capital Group, dan Franklin Templeton memperkuat posisi tawar Waymo di industri kendaraan nirkemudi. Goldman Sachs bertindak sebagai pengatur tunggal dalam transaksi jumbo ini.
Hingga saat ini, anak perusahaan Google tersebut selalu mengandalkan pendanaan ekuitas dari induk usahanya dan investor luar. Pada Februari lalu, mereka berhasil menghimpun ekuitas senilai USD 16 miliar (sekitar Rp254 triliun) yang mengatrol valuasi perusahaan hingga menyentuh USD 126 miliar (sekitar Rp2.000 triliun).
Alphabet sebagai induk perusahaan tetap mempertahankan posisi sebagai pemegang saham mayoritas.
Sejarah pendanaan Waymo memang terbilang luar biasa sejak didirikan sebagai proyek mobil otonom Google. Mereka mengantongi USD 5,6 miliar (sekitar Rp89 triliun) pada putaran Seri C tahun 2024. Sebelumnya, suntikan dana sebesar USD 2,5 miliar (sekitar Rp39,7 triliun) diperoleh pada 2021, menyusul USD 3,2 miliar (sekitar Rp50,8 triliun) pada 2020.
Juru bicara Waymo menjelaskan bahwa fasilitas pinjaman baru ini memberikan fleksibilitas keuangan yang signifikan untuk memperkuat neraca keuangan perusahaan.
Tambahan modal ini juga diproyeksikan untuk menangkap peluang pasar yang besar seiring meningkatnya permintaan komersial. Keamanan berkendara yang terus membaik di berbagai kota operasional turut menjadi modal utama perusahaan untuk meyakinkan para kreditur.
Perjalanan Waymo di aspal jalanan umum dimulai dari uji coba terbatas di kawasan Silicon Valley dan Bay Area, California. Ekspansi komersial pertama mereka baru terwujud pada 2016 ketika robotaxi mulai melayani publik di Phoenix, Arizona. Titik balik bisnis mereka terjadi pada Agustus 2023 setelah otoritas California memberikan izin resmi untuk memungut tarif perjalanan dari penumpang.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4095624/original/029966500_1658369057-000_9DF37V.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8869222/original/008133000_1782930974-ko7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261026/original/095995400_1750653717-AP25172080086730.jpg)






